Pesawaran – Jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Pesawaran, bersama tokoh agama (Toga), tokoh adat (Todat), dan tokoh masyarakat (Tomas), menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tragis yang terjadi di Jakarta. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, serta mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak berwenang.
Dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan berbagai elemen masyarakat, Forkopimda menegaskan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pesawaran untuk tidak terpengaruh oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya, apalagi yang dapat memicu perpecahan. Mari kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum yang sedang bekerja keras untuk mengungkap fakta dan menyelesaikan masalah ini sesuai prosedur yang berlaku,” ujar salah satu perwakilan Forkopimda.
Senada dengan itu, perwakilan Toga, Todat, dan Tomas juga menekankan komitmen mereka untuk bersinergi dengan aparat kepolisian dalam menjaga keamanan lingkungan.
“Sebagai bangsa yang majemuk, kita harus saling menjaga toleransi dan persatuan. Kami akan terus berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa untuk memastikan situasi di desa tetap aman dan kondusif,” tutur salah seorang tokoh.
Dukungan serupa turut datang dari kalangan politik dan pemuda. Ketua Umum Partai PAN Kabupaten Pesawaran, Paisaludin, S.H., menegaskan imbauannya:
“Kami mengimbau kepada seluruh kader dan simpatisan, serta masyarakat Kabupaten Pesawaran, agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum pasti kebenarannya. Mari kita jaga bersama keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah kita.”
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Istidla dan Komunitas Gojek Pesawaran pun menyatakan dukungan penuh terhadap langkah ini. Mereka berkomitmen aktif menjaga keamanan dan menyebarkan informasi positif di kalangan mahasiswa maupun mitra pengemudi.
Forkopimda berharap, seluruh elemen masyarakat Pesawaran terus mengedepankan persatuan dan tidak terjebak pada isu-isu yang berpotensi merusak kondusivitas daerah.

