SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Sosial

Kepala Kanwil Kementerian HAM Jabar Dorong Warga Binaan Lapas Garut Berubah Menjadi Lebih Baik

lapas garut

Garut — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia Jawa Barat, Hasbullah Fudail, mendorong warga binaan pemasyarakatan untuk mengambil hikmah selama menjalani masa pidana di lembaga pemasyarakatan.

Menurutnya, banyak tokoh besar dunia yang pernah merasakan kehidupan di penjara, namun mampu menjadikan pengalaman tersebut sebagai titik balik untuk memperbaiki diri dan memberikan perubahan besar dalam hidupnya.

“Banyak tokoh besar di dunia yang pernah menghuni penjara, namun mereka mampu melakukan perubahan dalam hidupnya dan menjadi pribadi yang lebih baik. Ketika berada di Lapas, hendaknya kita mampu melakukan perubahan sikap dan perilaku menjadi lebih baik,” ujar Hasbullah saat memberikan penguatan Hak Asasi Manusia (HAM) bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Garut, Senin (9/3/2025).

Ia juga menegaskan bahwa tidak semua orang yang masuk penjara melakukannya dengan unsur kesengajaan. Dalam sejumlah kasus, seseorang bisa saja terjerat hukum karena berbagai faktor seperti bujuk rayu, keterpaksaan, atau kondisi tertentu lainnya.

Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat menyelenggarakan kegiatan Penguatan Kapasitas Hak Asasi Manusia bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang diikuti sekitar 80 peserta di Lapas Kelas IIA Garut.

AKP (Purn) Tamsir Hasan Aklamasi Pimpin IMO-Indonesia DPW Bengkulu 2026–2031

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga binaan mengenai hak asasi manusia sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya keseimbangan antara pemenuhan hak dan pelaksanaan kewajiban selama menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan.

Acara dibuka oleh Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Kantor Wilayah Kementerian HAM Jawa Barat atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Rusdedy juga memaparkan sejumlah capaian yang telah dilakukan pihak Lapas dalam upaya pemenuhan hak asasi manusia bagi warga binaan. Upaya tersebut antara lain melalui penyediaan berbagai layanan pembinaan, fasilitas pendukung, serta peningkatan kualitas pelayanan yang berorientasi pada penghormatan terhadap martabat manusia.

Dalam sambutannya, Hasbullah Fudail menegaskan bahwa setiap warga binaan tetap memiliki hak asasi yang harus dihormati dan dipenuhi, meskipun sedang menjalani masa pidana.

“Pemenuhan hak asasi manusia merupakan bentuk penghormatan terhadap martabat manusia yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak,” ujarnya.

INDIKATOR KEBERHASILAN KOPERASI TAMBANG RAKYAT PESAWARAN

Ia juga menyampaikan komitmen pihaknya untuk terus mendorong pemenuhan hak-hak warga binaan, termasuk terkait pemenuhan hak biologis bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan.

Pada kesempatan tersebut, warga binaan juga diingatkan bahwa mereka memiliki hak untuk menyampaikan saran maupun masukan kepada petugas Lapas melalui prosedur yang telah ditetapkan. Mekanisme ini diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan pemasyarakatan yang kondusif serta memperkuat komunikasi antara warga binaan dan petugas.

Materi utama kegiatan disampaikan oleh Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, Petrus Polus Jadu. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa setiap individu, termasuk warga binaan, memiliki latar belakang kehidupan yang berbeda-beda sehingga penting untuk menumbuhkan sikap saling menghormati serta menjunjung tinggi prinsip non-diskriminasi di lingkungan pemasyarakatan.

Selain menekankan pentingnya pemenuhan hak-hak warga binaan, narasumber juga mengingatkan bahwa setiap warga binaan memiliki kewajiban yang harus dilaksanakan selama menjalani masa pembinaan.

Warga binaan diimbau untuk menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban dengan mematuhi peraturan yang berlaku, mengikuti program pembinaan yang diselenggarakan oleh Lapas, serta menghormati petugas maupun sesama warga binaan.

PEMERINTAH TETAPKAN LEBARAN 2026 JATUH 21 MARET, TERJADI PERBEDAAN PENETAPAN

× Advertisement
× Advertisement