Garut – Kegiatan Pesta Rakyat yang digelar sebagai bagian dari rangkaian pernikahan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina, dengan Maula Akbar—putra dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi—berakhir ricuh, Jumat (18/7). Acara yang dipusatkan di Alun-Alun Garut dan Pendopo Kabupaten itu berubah menjadi lautan kerumunan yang tak terkendali saat agenda makan gratis dan hiburan dimulai.
Ribuan warga tumpah ruah sejak pagi untuk menghadiri pesta rakyat yang dijanjikan terbuka untuk umum. Acara ini awalnya berlangsung tertib, dimulai dengan penampilan kesenian daerah, hiburan musik, hingga sambutan dari tokoh-tokoh daerah. Namun, suasana mulai tak kondusif menjelang sore ketika panitia membuka akses ke area makan gratis.
Warga saling berdesakan, bahkan mendorong pagar pembatas demi mendapatkan makanan yang disediakan secara terbatas. Petugas keamanan dari Satpol PP dan aparat kepolisian tampak kewalahan mengendalikan massa yang terus merangsek ke tenda-tenda konsumsi.
Tak hanya itu, panggung hiburan yang menampilkan artis lokal dan nasional juga nyaris diserbu penonton yang mencoba naik ke atas panggung. Akibatnya, beberapa bagian tenda dan perlengkapan panggung mengalami kerusakan.
Salah satu warga, Asep (43), mengaku datang dari Kecamatan Bayongbong sejak pagi. Ia menyayangkan kurangnya pengaturan teknis dari panitia.
“Ini seharusnya jadi momen bahagia, tapi malah bikin ricuh. Banyak yang kecewa karena tidak kebagian makanan, apalagi anak-anak sampai terjepit,” ujarnya.
Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Garut, Deni Rukmana, mengonfirmasi insiden tersebut dan meminta maaf atas kekacauan yang terjadi.
“Kami tidak menyangka antusiasme masyarakat sebesar ini. Ke depan, kami akan evaluasi skema pengamanan dan distribusi logistik agar lebih tertib,” kata Deni.
Meski berlangsung ricuh, acara inti pernikahan tetap berjalan lancar di dalam lingkungan Pendopo Kabupaten dengan pengamanan terbatas dan tertutup untuk umum.
Hingga malam hari, aparat keamanan masih bersiaga di sekitar Alun-Alun untuk menghindari kerumunan lanjutan dan menjaga ketertiban pasca acara.



