SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Business Teknologi

Potensi Emas di Pegunungan Lampung: Geolog Ungkap 10 Ciri Batuan yang Sering Terlewat Penambang

eMAS

Pesawaran, Lampung – Potensi sumber daya emas di wilayah pegunungan Lampung kembali menjadi perhatian seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi dan kajian geologi di sejumlah daerah. Para ahli geologi menyebutkan bahwa masih banyak batuan yang sebenarnya mengandung emas, namun sering tidak dikenali oleh penambang tradisional karena cirinya tidak selalu terlihat secara kasat mata.

Dalam kajian lapangan, para geolog menemukan sedikitnya 10 ciri batuan yang berpotensi mengandung emas, khususnya pada wilayah dengan sistem mineralisasi hidrotermal yang umum ditemukan di kawasan vulkanik seperti Lampung.

Salah satu indikator utama adalah keberadaan batu kuarsa putih atau abu-abu yang memiliki bercak karat besi, yang sering berasal dari oksidasi mineral seperti Pyrite. Mineral tersebut kerap menjadi penanda adanya sistem pembawa emas di dalam batuan.

Selain itu, batu dengan bintik logam berwarna kuning atau perunggu juga menjadi indikator penting. Kilau logam tersebut sering berasal dari mineral seperti Chalcopyrite yang dalam banyak kasus ditemukan bersama emas halus.

Geolog juga menyoroti keberadaan batuan berat berwarna hitam yang mengandung mineral seperti Magnetite dan Hematite. Kedua mineral ini kerap muncul pada lingkungan geologi yang sama dengan endapan emas.

Pemkab Pesawaran Gelar Pasar Murah, Bantu Warga Penuhi Kebutuhan Pokok di Bulan Ramadan

Selain komposisi mineral, struktur batuan juga menjadi petunjuk penting. Batu kuarsa yang memiliki retakan seperti jaring, lapisan tipis kuarsa yang memotong batu induk, hingga batuan yang memiliki rongga kecil akibat proses oksidasi, sering menunjukkan adanya proses mineralisasi yang membawa logam mulia dari dalam bumi ke permukaan.

Para ahli menilai bahwa pemahaman terhadap ciri-ciri batuan ini sangat penting bagi penambang maupun masyarakat yang melakukan eksplorasi secara mandiri. Tanpa pengetahuan geologi dasar, batuan yang sebenarnya memiliki potensi emas tinggi bisa saja terabaikan.

“Sering kali penambang hanya mencari kuarsa putih bersih. Padahal di banyak lokasi, batu kuarsa berwarna abu-abu, bercampur mineral sulfida, justru memiliki potensi kadar emas lebih tinggi,” ujar salah satu pengamat geologi pertambangan.

Di Lampung sendiri, sistem mineralisasi emas umumnya ditemukan pada urat kuarsa yang mengikuti struktur patahan di batuan vulkanik tua. Zona seperti ini biasanya terbentuk akibat aktivitas fluida hidrotermal yang membawa mineral logam dari kedalaman bumi.

Dengan meningkatnya minat terhadap sektor pertambangan rakyat dan eksplorasi mineral di daerah, para ahli berharap pengetahuan geologi dasar dapat semakin dipahami masyarakat sehingga potensi sumber daya alam dapat dimanfaatkan secara lebih tepat dan bertanggung jawab.

Tambang Rakyat Berdaya Saing: Rantai Produksi Terintegrasi Tingkatkan Nilai dan Kesejahteraan Penambang

Selain itu, setiap kegiatan eksplorasi dan penambangan tetap diharapkan mengikuti ketentuan perizinan dan pengelolaan lingkungan yang berlaku agar pemanfaatan sumber daya mineral dapat berjalan berkelanjutan.

× Advertisement
× Advertisement