SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Business Desa

Peternak Ayam Lokal Didorong Cerdas Hadapi Biaya Peluang dan Risiko Usaha

ayam kub pesawaran

Pesawaran, 9 November 2025 — Para pelaku usaha peternakan didorong untuk semakin bijak dalam mengambil keputusan usaha dengan memperhitungkan opportunity cost (biaya peluang) dan risiko bisnis secara matang. Langkah ini menjadi kunci keberlanjutan ekonomi sektor peternakan di tengah fluktuasi harga pakan dan ketidakpastian pasar.

Menurut sejumlah praktisi agribisnis, banyak peternak yang hanya fokus pada keuntungan jangka pendek tanpa mempertimbangkan potensi keuntungan dari alternatif usaha lain. Padahal, setiap keputusan memiliki konsekuensi ekonomi berupa opportunity cost — yaitu nilai dari peluang terbaik yang dikorbankan ketika memilih satu usaha.

“Peternak harus mampu menghitung apa yang dikorbankan dan apa yang mungkin diraih. Misalnya, ketika memilih beternak ayam dibanding membuka usaha pertanian jagung, ada nilai peluang yang hilang, dan itu harus masuk dalam perhitungan,” ujar salah satu konsultan agribisnis, Supri, saat ditemui di kegiatan pelatihan manajemen usaha peternakan di Gedong Tataan.

Di sisi lain, risiko usaha juga menjadi faktor penting yang wajib diantisipasi. Mulai dari risiko penyakit ternak, kenaikan harga pakan, hingga penurunan harga jual di pasar. Manajemen risiko yang baik, menurut Supri, dapat dilakukan melalui penerapan biosecurity, diversifikasi produk turunan ternak, serta pemanfaatan program asuransi peternakan dari pemerintah.

“Risiko tidak bisa dihindari, tapi bisa dikendalikan. Dengan perencanaan matang, data keuangan yang akurat, dan disiplin dalam manajemen, peternak bisa tetap tumbuh di tengah ketidakpastian,” tambahnya.

Emas Makin Bersinar di Tengah Gejolak Ekonomi, Jadi Pilar Strategis Investasi Indonesia 2026

Pemerintah juga mendorong peternak agar membentuk kelompok usaha peternakan berbasis koperasi, sehingga manajemen modal, pembelian pakan, dan pemasaran hasil bisa dilakukan secara kolektif. Pendekatan ini dinilai dapat mengurangi risiko harga dan memperbesar daya saing produk lokal.

Peternak jangan hanya berpikir produksi, tapi juga strategi bisnis. Biaya peluang dan risiko harus menjadi bagian dari perencanaan.

Dengan pendekatan yang lebih profesional terhadap opportunity cost dan risiko, sektor peternakan diharapkan tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga motor penggerak ekonomi daerah.

× Advertisement
× Advertisement