Lampung – Ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan hasil pertanian, tetapi juga oleh kuat atau tidaknya ekosistem pertanian di suatu daerah.
Di tengah tantangan perubahan iklim, fluktuasi harga komoditas, serta ancaman alih fungsi lahan, pembangunan ekosistem pertanian yang baik kini menjadi solusi strategis untuk menjamin pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Ekosistem pertanian merupakan sistem yang mencakup seluruh elemen pendukung pertanian, mulai dari akses terhadap lahan, air, benih unggul, teknologi, SDM petani, pembiayaan, hingga pasar. Ketika semua elemen ini berjalan selaras, maka produktivitas pertanian meningkat dan kerawanan pangan bisa ditekan secara signifikan.
“Ketahanan pangan tidak bisa hanya bergantung pada produksi saja. Kita butuh sinergi antara petani, pemerintah, koperasi, swasta, dan masyarakat,” ujar Ir. Hadi Santoso, seorang pemerhati pertanian di, Lampung.
Ia mencontohkan pentingnya irigasi yang baik, penggunaan teknologi pertanian seperti sistem tanam jajar legowo, serta peran koperasi dalam menampung hasil panen dan mempermudah akses permodalan.
Selain itu, pemerintah juga didorong untuk memperkuat kelembagaan tani, memberikan insentif bagi regenerasi petani muda, serta menjaga keberlanjutan lahan pertanian pangan. Program diversifikasi pangan lokal dan pelatihan petani juga disebut sebagai bagian penting dalam menjaga stabilitas pangan di tengah krisis global.
Di beberapa wilayah, program kemitraan pertanian terpadu mulai dikembangkan. Tidak hanya meningkatkan hasil panen, tetapi juga membuka akses petani ke pasar digital dan jalur distribusi yang efisien.
“Petani harus menjadi pelaku utama dalam rantai nilai pangan. Dengan ekosistem yang mendukung, petani bisa lebih mandiri, sejahtera, dan kita tidak perlu khawatir soal ketersediaan beras atau pangan lainnya,” jelas Hadi.
Ketahanan pangan adalah fondasi utama bagi kedaulatan suatu bangsa. Maka, membangun ekosistem pertanian yang kuat bukan hanya tugas sektor pertanian semata, melainkan agenda nasional yang harus didukung semua pihak.



