SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Business Ekonomi Internasional

APINDO Dorong Hilirisasi Rumput Laut Lewat Indonesia Seaweed Initiative

apindo ekonomi biru

Jakarta — Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) bersama Standard Chartered, Conservation International, dan Konservasi Indonesia resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendukung pelaksanaan Indonesia Seaweed Initiative, Sabtu (10/10).

Inisiatif ini merupakan langkah konkret lintas sektor dalam membangun ekonomi biru yang berkelanjutan di Indonesia.

Ketua Umum APINDO Shinta Kamdani menjelaskan, Indonesia baru memanfaatkan sekitar 0,8% dari total potensi lahan rumput laut nasional. Padahal, sebagian besar produk rumput laut masih diekspor dalam bentuk bahan mentah.

“Dibutuhkan terobosan besar untuk membangun ecosystem enabler yang mengintegrasikan riset, pembiayaan, infrastruktur, dan inovasi industri,” ujarnya.

Shinta menegaskan, hilirisasi rumput laut bukan hanya tentang industrialisasi produk, tetapi juga pembangunan ekosistem yang menyeluruh.

Koperasi Produsen Rakyat Bumi Pesawaran Resmi Ajukan Permohonan WIUP Prioritas, Dorong Pertambangan Rakyat yang Legal dan Berkelanjutan

“APINDO mendorong lahirnya roadmap lintas sektor agar rumput laut menjadi komoditas strategis — memperkuat rantai pasok domestik, mengurangi ketergantungan impor bahan baku, dan membuka pasar global yang berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui Indonesia Seaweed Initiative, keempat lembaga ini berkomitmen membangun ekosistem terintegrasi dari hulu ke hilir, dengan kolaborasi antara sektor swasta, lembaga keuangan, pelaku konservasi, dan asosiasi usaha.

Standard Chartered akan memberikan dukungan pembiayaan berkelanjutan dan pengembangan kapasitas industri.

“Kami melihat industri rumput laut sebagai sektor strategis dengan potensi besar mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung agenda global keberlanjutan,” kata Donny Donosepoetro OBE, CEO Standard Chartered Indonesia.

Sementara itu, Conservation International dan Konservasi Indonesia akan fokus pada riset ilmiah, analisis lingkungan, serta pemantauan sosial-ekologis untuk memastikan praktik budidaya yang berkelanjutan.

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Ketua Lingkar Analis Tambang Rakyat Merah Putih: Penambang Rakyat Mendambakan Kemudahan Perizinan

“Ekosistem laut yang sehat adalah prasyarat penting bagi ketahanan ekonomi biru,” kata Bjorn Stauch, Senior Vice President Nature Finance Conservation International.

Senada, Meizani Irmadhiany, Senior Vice President dan Executive Chair Konservasi Indonesia, menambahkan bahwa keberhasilan ekonomi biru tidak lepas dari pemberdayaan komunitas pesisir.

“Inisiatif ini menempatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga ketahanan lingkungan jangka panjang, termasuk penguatan kapasitas petani rumput laut di wilayah Nusa Tenggara,” ujarnya.

Menurut Meizani, melalui pengelolaan berbasis komunitas, pelatihan teknis, dan teknologi tepat guna, industri rumput laut dapat menjadi pilar baru ekonomi biru Indonesia yang tangguh, adil, dan berkelanjutan.

INDIKATOR KEBERHASILAN KOPERASI TAMBANG RAKYAT PESAWARAN
× Advertisement
× Advertisement