SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Inspirasi Wisata

Benteng Samudra, Penjaga Laut dan Harapan di Pantai Riya

banteng laut

Banyuwangi — Di pesisir selatan Banyuwangi, tepatnya di Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, tersimpan kisah inspiratif tentang sekelompok warga yang menjadikan laut bukan sekadar sumber penghidupan, tetapi juga simbol harapan.

Di bawah bendera Kelompok Benteng Samudra, masyarakat Pantai Riya membuktikan bahwa ekonomi dan ekologi dapat berjalan seiring tanpa harus saling mengorbankan.

Pantai Riya dikenal dengan panorama alamnya yang menawan — garis pantai panjang, pasir putih halus, serta kekayaan biota laut yang masih terjaga. Namun, bagi warga Bomo, kekayaan alam ini bukan untuk dieksploitasi, melainkan diwariskan dan dijaga bersama.

Menjaga Laut, Menjaga Kehidupan

Dipimpin oleh Aan Mutowib, Kelompok Benteng Samudra menjadi motor kesadaran lingkungan di kawasan ini. Mereka fokus pada dua hal utama: pengelolaan hasil laut yang berkelanjutan dan pengembangan wisata berbasis edukasi lingkungan.

Polda Lampung Berhasil Ungkap 75 Kasus Street Crime dalam 19 Hari, 95 Tersangka Diamankan

Dalam wawancara bersama Ferdi Fernando Putra, Aan menjelaskan prinsip sederhana yang dipegang kelompoknya:

“Menjaga laut berarti menjaga kehidupan. Kami tidak hanya mengambil hasil laut, tapi juga merawatnya agar anak cucu nanti masih bisa merasakannya. Wisata dan hasil laut bisa berkembang kalau lingkungan tetap lestari.”

Pernyataan itu bukan sekadar slogan. Di bawah kepemimpinannya, warga rutin menanam mangrove, membersihkan pesisir, serta memberikan edukasi lingkungan bagi anak-anak sekolah. Semua dilakukan dengan semangat gotong royong dan rasa tanggung jawab sosial.

Wisata Edukatif yang Ramah Lingkungan

Pengembangan wisata di Pantai Riya dilakukan dengan pendekatan berbeda. Tidak ada bangunan besar yang merusak pemandangan, tidak ada aktivitas massal yang mengganggu ekosistem.

Orang yang Menguasai Informasi Lebih Mudah Mengendalikan Keputusan Kelompok

Sebaliknya, pengunjung diajak untuk belajar mengenal laut lebih dekat — memahami ekosistem pesisir, budidaya rumput laut, hingga cara tradisional mengolah hasil laut.

Konsep ekowisata berbasis masyarakat ini memberikan manfaat ganda: alam tetap terjaga, dan ekonomi warga meningkat. Para wisatawan pun mendapat pengalaman yang lebih bermakna — tidak sekadar berwisata, tapi juga belajar dari alam.

Dari Laut untuk Pendidikan

Salah satu bukti nyata keberhasilan Benteng Samudra adalah komitmen sosial mereka. Dari hasil pengelolaan wisata dan perikanan, kelompok ini telah membiayai empat mahasiswa hingga lulus kuliah.

Langkah ini membuktikan bahwa menjaga laut bukan hanya menjaga alam, tapi juga membuka jalan bagi masa depan generasi muda.

Fungsi Kritik dalam Check and Balance Demokrasi

Selain itu, pelatihan olahan hasil laut, pengelolaan homestay, serta pembuatan kerajinan dari limbah laut ikut meningkatkan kesejahteraan warga. Sebagian besar pendapatan dari wisata dan perikanan dikembalikan untuk kegiatan sosial dan lingkungan.

× Advertisement
× Advertisement