PESAWARAN – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, dengan menyapa langsung keluarga besar transmigran di Desa Bagelen, Kecamatan Gedong Tataan, Rabu (7/1/2026). Kunjungan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus memperkuat ikatan sejarah transmigrasi antara Jawa Tengah dan Lampung yang telah terjalin sejak masa kolonial.
Kehadiran Gubernur Jawa Tengah di Desa Bagelen menjadi simbol penghormatan atas sejarah panjang para transmigran asal Jawa Tengah yang memilih menetap, membangun, dan hidup di Lampung dengan menjunjung tinggi nilai kerja keras serta gotong royong.
Gubernur Ahmad Luthfi disambut langsung oleh Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B., S.E., M.M., bersama Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H. Turut hadir Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wakil Bupati Temanggung Nadia Muna, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, unsur Forkopimda, Kapolres Pesawaran, Dandim 0421/LS, Kejari Pesawaran, Wakil Ketua DPRD Pesawaran, jajaran perangkat daerah, serta keluarga besar transmigran Desa Bagelen.
Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan kebanggaannya atas peran besar masyarakat Jawa, khususnya asal Jawa Tengah, dalam membangun Provinsi Lampung.
“Mayoritas masyarakat Lampung bersuku Jawa. Saya ingin melihat langsung bagaimana sejarah mereka di sini, dan ternyata sangat makmur. Keputusan para leluhur untuk menetap dan membangun Lampung adalah sebuah kebanggaan,” ujar Ahmad Luthfi.
Ia juga berpesan agar masyarakat perantau tetap menjaga kearifan lokal serta hidup berdampingan secara harmonis dengan seluruh elemen masyarakat.
“Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Saya yakin masyarakat Jawa di sini mampu menjaga keharmonisan dan kekeluargaan sebagai satu kesatuan bangsa,” tambahnya.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian budaya dan sejarah transmigrasi, Gubernur Ahmad Luthfi berencana menginstruksikan Bank Jateng untuk menyalurkan bantuan hibah berupa seperangkat alat musik gamelan guna mendukung pelestarian seni dan budaya di Desa Bagelen.
Sementara itu, Bupati Pesawaran Hj. Nanda Indira B. menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang atas kunjungan kerja Gubernur Jawa Tengah beserta rombongan. Ia menyatakan kebanggaannya karena Desa Bagelen menjadi salah satu lokasi kunjungan resmi tersebut.
Bupati Nanda juga mengapresiasi peran masyarakat Desa Bagelen yang dinilai mampu merawat sejarah transmigrasi dengan baik serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.
“Mari kita jaga Desa Bagelen sebagai warisan budaya dan sejarah, tanpa melupakan akar historis yang menjadi identitas kita bersama,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Pesawaran juga mengulas sejarah Desa Bagelen yang bermula pada tahun 1905, ketika pemerintah kolonial Belanda memindahkan penduduk dari wilayah Bagelen, Jawa Tengah, ke Lampung melalui program kolonisasi. Para transmigran membuka hutan, membangun permukiman, dan menata kehidupan baru dengan semangat gotong royong yang masih terpelihara hingga kini.
Bupati berharap kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya dengan Kabupaten Pesawaran, di berbagai sektor strategis.
“Kami berharap terjalin kerja sama yang sinergis, mulai dari sektor pertanian, seni budaya, pemerintahan, hingga perdagangan, demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menambahkan bahwa kunjungan Gubernur Jawa Tengah ke Lampung bukan sekadar silaturahmi, melainkan bagian dari misi strategis kerja sama antarprovinsi. Ia mengungkapkan bahwa Provinsi Jawa Tengah dan Provinsi Lampung telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerja sama, termasuk di sektor pariwisata dan sektor lainnya, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp830 miliar.
“Sekitar 60 persen masyarakat Lampung bersuku Jawa. Artinya, masyarakat Jawa, khususnya dari Jawa Tengah, bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga motor penggerak pembangunan dan peradaban di Lampung,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi juga berdialog langsung dengan warga Desa Bagelen untuk mendengarkan aspirasi masyarakat serta berbagi pandangan terkait pembangunan dan pelestarian nilai sejarah transmigrasi.
Usai bersilaturahmi, rombongan melanjutkan kunjungan ke Museum Transmigrasi Provinsi Lampung yang berada di Desa Bagelen. Di museum tersebut, Gubernur dan rombongan menyaksikan berbagai koleksi, arsip, foto, dan diorama yang merekam perjalanan panjang sejarah transmigrasi di Indonesia.



