Bandar Lampung, 14 November 2025 – Ikatan Media Online (IMO) Lampung menyoroti aspek Social Return on Investment (SROI) pada rencana pembangunan Rumah Sakit Pendidikan Tinggi Negeri (RSPTN) Universitas Lampung. IMO Lampung menilai bahwa pembangunan RSPTN merupakan proyek strategis yang memerlukan penghitungan manfaat sosial secara transparan, terukur, dan dapat diakses publik.
Ketua IMO Lampung, Agung menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas kesehatan pendidikan tingkat nasional tidak boleh hanya dilihat dari besaran anggaran, tetapi juga dari nilai manfaat sosial dan ekonomi yang dihasilkan bagi masyarakat Lampung.
“SROI merupakan instrumen penting untuk menilai apakah investasi publik benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. RSPTN Unila harus menjadi proyek yang akuntabel, terbuka, dan memberikan dampak sosial yang nyata,” tegas Ketua IMO Lampung.
POTENSI MANFAAT SOSIAL RSPTN UNILA
IMO Lampung mengidentifikasi sejumlah manfaat utama RSPTN, antara lain:
1. Peningkatan akses layanan kesehatan rujukan untuk wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, Lampung Selatan, dan Lampung Tengah.
2. Penguatan kapasitas pendidikan kedokteran dan profesi kesehatan di lingkungan Unila.
3. Peningkatan kualitas riset kesehatan, inovasi medis, dan hilirisasi hasil penelitian.
4. Penciptaan lapangan kerja baru baik langsung maupun tidak langsung dari sektor kesehatan dan penunjang.
5. Pergerakan ekonomi lokal, termasuk penyediaan alat kesehatan, jasa konstruksi, UMKM, dan sektor logistik.
6. Peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat melalui tenaga medis yang lebih kompeten dan fasilitas klinis yang memadai.
Berdasarkan analisis awal IMO Lampung, RSPTN Unila berpotensi menghasilkan nilai SROI sebesar 3,5 hingga 5 kali lipat dari nilai investasi dalam periode manfaat 10 tahun.
IMO LAMPUNG MINTA KETERBUKAAN DATA
IMO Lampung menegaskan tiga hal penting:
1. Transparansi semua dokumen perencanaan dan analisis SROI oleh pihak kampus dan instansi terkait.
2. Keterlibatan publik dan media dalam proses evaluasi manfaat pembangunan RSPTN.
3. Audit independen untuk memastikan nilai manfaat sesuai standar Social Value International.
“Kita mendukung penuh pembangunan RSPTN Unila, namun setiap rupiah anggaran publik harus dipastikan memberikan manfaat yang terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambah IMO Lampung.
IMO Lampung menilai bahwa pembangunan RSPTN Universitas Lampung secara prinsip layak secara sosial dan memiliki potensi menjadi pusat layanan kesehatan terintegrasi dan pusat riset unggulan di Lampung. Namun, diperlukan kajian SROI yang komprehensif dan dipublikasikan secara terbuka agar proyek ini benar-benar memenuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas.

