Baturaja – Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Ahmad Azhar, turut ambil bagian dalam perhelatan tahunan SEAMEO CECCEP tingkat Asia Tenggara yang mengusung tema penguatan peran keluarga dalam pengembangan anak usia dini. Forum bergengsi bertajuk Annual Early Childhood Care Education and Parenting Regional Forum on Strengthening Parenting for Holistic Integrative Early Childhood Development ini mempertemukan para ahli, praktisi, serta pemangku kebijakan dari berbagai negara.
Kegiatan resmi yang dibuka oleh Alejandro Ibanez, Programme Manager Southeast Asia Primary Learning Metrics (SEA-PLM), the Pullman Jakarta Central Park, 15 Oktober 2025, menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dalam penguatan pendidikan dan pengasuhan anak usia dini.
Forum ini menjadi ruang berbagi pengalaman mengenai praktik terbaik pengembangan anak usia dini secara holistik dan integratif. Para peserta membahas berbagai isu strategis, termasuk penguatan peran orang tua dalam layanan pengasuhan, peningkatan kualitas intervensi pendidikan usia dini, serta kerja sama regional dalam layanan perlindungan anak.
Sejumlah narasumber terkemuka turut hadir, di antaranya:
1. Gogot Suharwoto, S.Pd., M.Ed., Ph.D, Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, Kemendikdasmen RI.
2. Inge Sanitasia Kusuma, Country Head Tanoto Foundation
3. Woro Srihastuti Sulistyaningrum, ST., MIDS, perwakilan Kemenko PMK RI.
4. Pungkas Bahjuri Ali, STP., MS., Ph.D, Bappenas RI.
5. Nia Nurhasanah, Director of ECE, MoPSE, Republic of Indonesia.
6. Dr. Hasina Banu Ebrahim, UNESCO Co-chair for Early Childhood Education.
7. Prof. Dr. H. Fasli Jalal Ph.D, Rektor Universitas YARSI
Keikutsertaan Ahmad Azhar dalam forum ini menjadi langkah strategis bagi Kabupaten OKU, terutama dalam memperkuat arah kebijakan pembinaan keluarga dan pengasuhan anak yang berbasis literasi dan pengetahuan.
“Forum internasional ini memberi wawasan baru tentang bagaimana penguatan peran orang tua dapat memberikan dampak besar pada tumbuh kembang anak. Banyak praktik baik dari negara lain yang dapat kita adaptasi untuk memperkuat program literasi keluarga di OKU,” ujar Ahmad Azhar.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas pengasuhan berbasis literasi dan pendampingan keluarga sangat relevan dengan upaya Disarpus dalam mengembangkan layanan perpustakaan yang ramah anak dan keluarga.
“Kami melihat peluang untuk memperluas program literasi keluarga di OKU dengan pendekatan yang lebih integratif. Hasil forum ini akan kami jadikan referensi untuk penyusunan inovasi layanan berbasis pendidikan dan pengasuhan anak usia dini,” tambahnya.
Partisipasi ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi penyusunan kebijakan dan program yang berorientasi pada penguatan peran keluarga, sehingga pengembangan anak usia dini di Kabupaten OKU dapat berlangsung lebih optimal, holistik, dan selaras dengan praktik terbaik di tingkat regional.



