Lampung, 4 Agustus 2025 — Kopi susu gula aren kini menjadi salah satu minuman kekinian yang digemari masyarakat dari berbagai kalangan. Selain rasanya yang khas dan manis alami, kopi ini juga menawarkan peluang usaha menjanjikan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), terutama di kalangan generasi muda.
Di tengah tren gaya hidup praktis dan konsumtif, permintaan pasar terhadap minuman kopi siap saji terus meningkat. Banyak pelaku usaha lokal mulai menjajal peruntungan dengan membuka gerai sederhana di depan rumah, pinggir jalan, bahkan menjual dalam bentuk botolan lewat aplikasi ojek daring.
“Kopi gula aren punya rasa khas, lebih sehat karena tidak pakai gula putih, dan biaya produksinya murah. Modalnya kecil, tapi bisa untung besar,” ujar Rini (27), salah satu pelaku usaha kopi botolan.
Dengan hanya bermodalkan peralatan sederhana seperti gelas takar, saringan kopi, dan bahan-bahan utama seperti kopi bubuk, susu cair, serta gula aren, seseorang sudah bisa memulai usaha rumahan. Satu porsi kopi bisa dijual mulai dari Rp10.000 dengan modal bahan hanya sekitar Rp3.000–Rp5.000.
Masyarakat menyambut positif tren ini sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif. Mereka mendorong pelaku usaha untuk mengembangkan merek lokal dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi.
“Selama ini, minuman kekinian banyak didominasi brand luar kota. Padahal masyarakat kita juga mampu menciptakan produk berkualitas. Kami siap bantu dalam hal pelatihan dan perizinan usaha,” ujar seorang pejabat setempat.
Peluang bisnis kopi susu gula aren diprediksi masih akan terus berkembang seiring meningkatnya budaya minum kopi di kalangan anak muda. Inovasi seperti penambahan topping boba, kemasan botol kekinian, serta pemasaran digital menjadi kunci bersaing di pasar.



