Jakarta, 3 Juni 2025 — Ibadah haji dan umroh adalah dua bentuk ibadah dalam Islam yang memiliki kemiripan dalam pelaksanaan, namun berbeda dari sisi hukum, waktu, dan tata cara. Meski keduanya dilaksanakan di Tanah Suci Mekkah, umat Islam perlu memahami perbedaan mendasar antara keduanya agar tidak terjadi kekeliruan dalam pelaksanaannya.
1. Hukum dan Kewajiban
Haji adalah salah satu dari lima rukun Islam dan hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang mampu secara fisik, mental, dan finansial, sekali seumur hidup. Sementara umroh bersifat sunnah muakkad, yaitu sangat dianjurkan, namun tidak wajib. Artinya, jika seseorang tidak mampu melaksanakan umroh, tidak ada dosa baginya.
“Setiap Muslim wajib menunaikan haji jika telah memenuhi syarat. Adapun umroh bisa dilakukan kapan saja tanpa unsur kewajiban seperti halnya haji,” ujar Ustaz Muhammad Rifa’i, seorang pembimbing ibadah dari Kementerian Agama.
2. Waktu Pelaksanaan
Perbedaan paling mencolok antara haji dan umroh adalah waktu pelaksanaannya. Haji hanya bisa dilakukan pada bulan-bulan tertentu dalam kalender Hijriyah, yakni pada bulan Syawal, Dzulqa’dah, dan puncaknya pada 8 hingga 13 Dzulhijjah.
Sedangkan umroh bisa dilakukan kapan saja sepanjang tahun, kecuali pada hari-hari haji ketika kota Mekkah diprioritaskan untuk jamaah haji.
3. Rangkaian Ibadah
Rangkaian ibadah haji lebih panjang dan kompleks dibanding umroh. Dalam haji, jamaah wajib melaksanakan beberapa ritual seperti:
Ihram
Wukuf di Arafah (rukun haji yang tidak ada dalam umroh)
Mabit (bermalam) di Muzdalifah dan Mina
Melontar jumrah
Thawaf ifadah dan sa’i
Tahallul
Sementara umroh hanya mencakup:
Ihram
Thawaf mengelilingi Ka’bah
Sa’i antara Bukit Shafa dan Marwah
Tahallul (memotong sebagian rambut)
4. Lama Perjalanan dan Biaya
Karena pelaksanaannya lebih kompleks dan memerlukan waktu lebih lama, haji umumnya memakan waktu sekitar 40 hari termasuk perjalanan dan persiapan.
Sedangkan umroh dapat diselesaikan dalam waktu 9–12 hari, tergantung paket perjalanan yang dipilih.
Secara biaya, umroh relatif lebih murah dibanding haji. Untuk haji reguler, biaya penyelenggaraan tahun 2025 dipatok sekitar Rp 93 juta oleh pemerintah Indonesia. Sementara umroh bisa dilakukan dengan biaya mulai dari Rp 25 juta, tergantung fasilitas dan waktu keberangkatan.
5. Kuota dan Antrean
Haji memiliki kuota terbatas setiap tahunnya dan setiap negara mendapatkan jatah yang ditentukan oleh pemerintah Arab Saudi. Di Indonesia, calon jamaah harus mendaftar dan menunggu bertahun-tahun karena tingginya jumlah pendaftar.
“Antrean haji di beberapa provinsi bisa mencapai 15 hingga 30 tahun. Sedangkan umroh tidak membutuhkan antrean karena tidak dibatasi kuota,” jelas Nur Hayati, staf pelayanan haji dan umroh Kemenag.
Meski sama-sama ibadah di Tanah Suci, haji dan umroh memiliki perbedaan signifikan dari segi hukum, waktu, tata cara, biaya, dan pelaksanaannya.
Memahami perbedaan ini penting agar umat Islam bisa mempersiapkan diri secara tepat dan menjalankan ibadah sesuai syariat.

