PESAWARAN — Proyek Revitalisasi Gedung DPRD Kabupaten Pesawaran tahun 2026 tercatat memiliki nilai kontrak sebesar Rp7.099.527.930. Berdasarkan dokumen Mini Kompetisi yang tersedia pada sistem INAPROC, nilai tersebut berada di bawah total Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp7.224.855.188,44.
Dokumen INAPROC mencatat paket tersebut menggunakan metode Mini Kompetisi Konstruksi, dengan nomor kompetisi MC-01M0SCDRSD4EY04G8K0S0WHF3V. Kompetisi dibuat pada 24 Agustus 2026 dan memiliki 80 pekerjaan dengan total HPS Rp7.224.855.188,44.
Jika nilai kontrak Rp7.099.527.930 dibandingkan dengan HPS, terdapat selisih sebesar Rp125.327.258,44.
Secara persentase, nilai kontrak tersebut berada sekitar 1,735 persen di bawah HPS.
Dengan demikian, berdasarkan perbandingan HPS dan nilai kontrak semata, belum terdapat dasar untuk menyebut nilai kontrak tersebut melebihi HPS.
Ada Penawaran Rp6,49 Miliar
Namun, dokumen INAPROC juga memperlihatkan adanya penawaran dari salah satu penyedia sebesar Rp6.493.117.430 untuk 80 pekerjaan. Penawaran tersebut tercatat dengan status “Penawaran Kalah”.
Jika dibandingkan dengan nilai kontrak Rp7.099.527.930, terdapat selisih:
Rp606.410.500
atau sekitar 9,34 persen lebih tinggi dibandingkan penawaran Rp6,493 miliar tersebut.
Sementara apabila penawaran Rp6.493.117.430 dibandingkan dengan HPS Rp7.224.855.188,44, terdapat selisih sekitar Rp731,74 juta, atau sekitar 10,13 persen di bawah HPS.
Kendati demikian, angka penawaran tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa kontrak mengalami kemahalan. Pasalnya, dokumen yang tersedia menunjukkan penawaran tersebut berstatus kalah sehingga diperlukan dokumen hasil evaluasi untuk mengetahui alasan penawaran tersebut tidak ditetapkan sebagai pemenang.
BOQ dan AHS Menjadi Dokumen Penting
Dalam dokumen kompetisi, tercantum sejumlah dokumen yang menjadi bagian dari paket, antara lain MDK CK 01.pdf, LINK GAMBAR DPRD.pdf, dan BOQ REV DPDRD.pdf.
Pada sejumlah item pekerjaan juga terdapat keterangan bahwa pekerjaan bersifat kompleks dan penyedia diminta melihat BoQ dan AHS yang dilampirkan.
Dokumen tersebut menjadi penting untuk menguji pembentukan harga pekerjaan, terutama karena paket terdiri dari 80 pekerjaan.
Dalam data penawaran yang tersedia, misalnya, terdapat pekerjaan plat cutting fasad dengan volume 2.232,03 meter persegi dan nilai penawaran Rp1.666.526.228.
Ada pula pekerjaan rangka besi hollow dengan volume 2.232,03 meter persegi senilai Rp369.430.450.
Sementara pekerjaan rangka plafon hollow galvanis tercatat sebanyak 1.904,35 meter persegi dengan nilai penawaran Rp429.806.863.
Besarnya nilai sejumlah item tersebut membuat dokumen BoQ dan AHS menjadi bagian penting untuk melihat bagaimana harga satuan pekerjaan dibentuk.
Perlu Dibuka Hasil Evaluasi
Dengan adanya perbedaan antara penawaran Rp6,493 miliar dan nilai kontrak Rp7,099 miliar, informasi mengenai hasil evaluasi Mini Kompetisi menjadi penting untuk menjelaskan proses penetapan pemenang.
Selain itu, perlu dilihat apakah terdapat perbedaan harga satuan antara:
RAB/RUB awal → HPS → penawaran masing-masing peserta → penawaran pemenang → nilai kontrak.
Terlebih, berdasarkan informasi yang menjadi dasar penelusuran, perencanaan sebelumnya menggunakan standar harga daerah yang kemudian mengalami perubahan pada 2026.
Karena itu, perbandingan nilai total saja belum cukup untuk menentukan apakah terdapat perbedaan harga yang signifikan. Pemeriksaan harus dilakukan terhadap volume, spesifikasi, harga satuan, AHSP, HSD, serta nilai masing-masing item pekerjaan.
Angka yang Terlihat Saat Ini
Komponen Nilai
- Total HPS Mini Kompetisi Rp7.224.855.188,44
- Nilai kontrak Rp7.099.527.930
- Selisih kontrak dengan HPS Rp125.327.258,44
- Kontrak di bawah HPS 1,735%
Penawaran penyedia yang kalah Rp6.493.117.430
Selisih kontrak dengan penawaran tersebut Rp606.410.500
Kontrak lebih tinggi dari penawaran tersebut 9,34%
Dengan data yang tersedia saat ini, belum dapat disimpulkan bahwa nilai kontrak Rp7,099 miliar merupakan harga yang kemahalan. Yang dapat dipastikan secara matematis, nilai kontrak berada 1,735 persen di bawah HPS, sementara terdapat satu penawaran yang tercatat sebesar Rp6,493 miliar dan dinyatakan kalah dalam kompetisi.
Untuk memperoleh gambaran utuh, publik perlu mengetahui hasil evaluasi Mini Kompetisi, penawaran pemenang, BoQ, AHS, serta dasar perhitungan HPS. Dokumen-dokumen tersebut dapat menjelaskan apakah perbedaan harga terjadi karena faktor teknis, volume, spesifikasi, komponen biaya, atau pertimbangan evaluasi lainnya.




