SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Hukum

Dugaan Ulat dalam Nasi MBG di SMPN 1 Sembawa Menguat: Siswa Akui Ada Temuan, Sekolah dan Penyedia Bungkam

mbg banyuasin

BANYUASIN – Dugaan ditemukannya ulat dalam nasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 1 Sembawa, Kabupaten Banyuasin, kian menguat dan memantik polemik serius. Di tengah bantahan resmi pihak sekolah, kesaksian sejumlah siswa justru mengungkap fakta sebaliknya.

Beberapa siswa yang ditemui secara terpisah mengaku melihat langsung adanya benda mencurigakan berupa ulat di dalam nasi MBG milik salah satu siswa. Temuan tersebut, menurut mereka, sempat dilaporkan kepada guru dan ditindaklanjuti dengan penggantian makanan.

“Memang ada. Dilapor ke guru, lalu nasinya diganti,” ujar salah satu siswa, Selasa (3/2/2026), yang meminta identitasnya dirahasiakan karena khawatir mendapat tekanan.

Kesaksian siswa ini berbanding terbalik dengan pernyataan pihak SMP Negeri 1 Sembawa. Sekolah secara tegas membantah adanya temuan ulat dalam makanan MBG dan mengklaim tidak menerima laporan resmi terkait insiden tersebut.

Kontradiksi ini memunculkan pertanyaan serius: jika tidak ada kejadian, mengapa makanan disebut sempat diganti? Atau sebaliknya, apakah ada upaya menutup-nutupi persoalan yang menyangkut keselamatan dan kesehatan peserta didik?

Peringati Hari Bhayangkara ke-80, Ketua Lingkar Analis Tambang Rakyat Merah Putih: Penambang Rakyat Mendambakan Kemudahan Perizinan

Persoalan kian mencurigakan ketika upaya konfirmasi terhadap pihak penyedia makanan atau dapur MBG justru menemui jalan buntu. Wartawan mengaku ditolak saat hendak meminta keterangan, bahkan mendapat perlakuan tidak kooperatif saat menjalankan tugas jurnalistik. Sikap tertutup ini memperkuat dugaan lemahnya transparansi dalam pelaksanaan program nasional yang menelan anggaran besar dan menyentuh langsung konsumsi anak sekolah.

Sejumlah wali murid menyatakan kekecewaannya terhadap sikap bungkam pihak-pihak terkait. Mereka menilai bantahan sepihak tanpa audit terbuka, uji sampel makanan, atau pemeriksaan independen hanya akan menambah kecurigaan publik.

“Ini bukan soal benar atau salah sekolah saja. Ini soal makanan anak-anak. Kalau memang aman, buktikan secara terbuka,” tegas salah satu wali murid.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyedia makanan MBG belum memberikan klarifikasi. Demikian pula instansi pengawas seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin belum menyampaikan sikap resmi atau rencana pemeriksaan lapangan.

Publik kini menunggu langkah tegas berupa evaluasi menyeluruh, audit kualitas makanan, serta keterbukaan informasi agar Program Makan Bergizi Gratis tidak berubah dari program perlindungan gizi anak menjadi sumber keresahan dan ketidakpercayaan masyarakat.

Kakam Sido Mekar Diduga Serobot Lahan Warga, Kuasa Hukum Siap Lapor ke Polda Lampung

Media ini akan terus menelusuri dan mengonfirmasi perkembangan kasus ini kepada seluruh pihak terkait.(Red/Hendrik MA)

× Advertisement
× Advertisement