SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Sosial

Warga Diimbau Bijak Kelola Keuangan di Tengah Tekanan Ekonomi

keuangan
Ilustrasi: Menyusun Laporan Keuangan

Bandar Lampung – Di tengah tekanan ekonomi global dan nasional yang berdampak pada sektor lokal, masyarakat diimbau untuk lebih bijak dalam mengatur keuangan. Banyak warga mengeluhkan turunnya daya beli, sementara kebutuhan hidup terus meningkat.

Sejumlah ahli keuangan mendorong masyarakat untuk mulai mencatat pengeluaran, menghindari utang konsumtif, serta menyusun anggaran bulanan yang realistis.

“Langkah awal yang paling sederhana adalah menyadari aliran uang masuk dan keluar setiap bulan. Banyak orang tidak sadar bahwa pengeluaran kecil yang tampak sepele justru menggerogoti keuangan mereka,” ujar Rina Sari, Konsultan Keuangan Independen, Sabtu (18/5).

Rina juga menekankan pentingnya membentuk dana darurat, terutama bagi keluarga yang hanya memiliki satu sumber penghasilan.

Dana darurat minimal tiga bulan biaya hidup dinilai penting untuk menghindari ketergantungan pada utang jika terjadi hal tak terduga.

INDIKATOR KEBERHASILAN KOPERASI TAMBANG RAKYAT PESAWARAN

Di sisi lain, pemerintah telah meluncurkan berbagai program bantuan sosial untuk membantu masyarakat menghadapi kesulitan ekonomi. Berikut beberapa program yang tersedia:

Program Keluarga Harapan (PKH): Memberikan bantuan tunai kepada keluarga miskin yang memiliki anggota keluarga seperti ibu hamil, anak sekolah, lansia, atau penyandang disabilitas.

Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Kartu Sembako: Memberikan bantuan berupa saldo elektronik sebesar Rp200.000 per bulan untuk membeli kebutuhan pokok di e-warung yang telah ditunjuk pemerintah.

Bantuan Langsung Tunai (BLT): Disalurkan langsung kepada masyarakat yang terdampak oleh krisis ekonomi, bencana alam, atau kondisi darurat lainnya.

Program Indonesia Pintar (PIP): Memberikan bantuan tunai pendidikan kepada siswa dari jenjang SD hingga SMA/SMK yang berasal dari keluarga miskin atau rentan miskin.

PEMERINTAH TETAPKAN LEBARAN 2026 JATUH 21 MARET, TERJADI PERBEDAAN PENETAPAN

Subsidi Listrik: Diberikan kepada pelanggan rumah tangga dengan daya 450 VA dan sebagian 900 VA yang masuk kategori tidak mampu.

Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD): Diberikan kepada warga desa untuk membantu mereka dalam menghadapi kesulitan ekonomi akibat pandemi dan berbagai tekanan ekonomi lainnya.

Masyarakat dapat mengecek status kepesertaan mereka melalui aplikasi atau website resmi pemerintah. Jika belum terdaftar atau ada perubahan data, informasi tersebut dapat diperbarui di kantor desa atau dinas sosial setempat.

Dengan memanfaatkan bantuan yang tersedia dan mengelola keuangan secara bijak, diharapkan masyarakat dapat lebih tahan menghadapi tantangan ekonomi saat ini.

Laporan Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah GPM Kabupaten Kuningan Periode Ramadhan 2026
× Advertisement
× Advertisement