Oku Timur, 15 Agustus 2025 – Rasit warga desa Sukabaru Kecamatan Bunga Mayang, OKU Timur, mengalami sakit. Rasit hanya bisa berbaring, tanpa bisa beraktivitas. Kondisi ini dialami sejak istrinya meninggal dunia setahun yang lalu pada bulan September 2024.
Sejak kepergian istrinya, kondisi kesehatan Rasit menjadi drop. Ia tidak bisa buang air besar (BAB) selama 5 bulan dan susah tidur. Rasit pernah memeriksakan penyakitnya di puskesmas terdekat, namun pihak puskes menyatakan harus dirujuk ke Rumah Sakit di Kota Palembang. Namun, karena keterbatasan biaya, Rasit memilih pasrah saja.
Didampingi sang ibu yang setia menemani, Rasit mengaku pernah memeriksakan penyakitnya di Rumah Sakit DKT di Kota Palembang, tim medis memvonis ia mengalami pngecilan empedu. Mendengar vonis itu, Rasit hanya bisa pasrah.
Ditemui Bacobae.id dikediamannya, Jum’at (15/8), Rasit menceritakan kisah sedihnya. Didampingi ibunya yang seorang janda, ia bercerita tentang beban hidupnya yang terlalu berat.
“Saya pasrah dengan keadaan saya sekarang, pak, saya tidak bisa bekerja, untuk kebutuhan sehari-hari saya mengharap dari bantuan sanak saudara,” ujarnya.

Anak saya 2 orang, laki-laki semua, yang sulung sudah tamat SMK 2 tahun lalu dan yang bungsu baru masuk SMP, terangnya.
Dengan suara lirih menahan kesedihan, Rasit mengaku, untuk kebutuhan sekolah anaknya saja dia tidak mampu mencukupi. Pakaian seragam sekolah anaknya, hanya pakaian bekas yang diperoleh dari kerabatnya.
Terkait bantuan PKH dari pemerintah, sejak istrinya meninggal dunia bantuan sudah tidak ada lagi. BLT dana desa untuk ibunya yang seorang janda, hanya sekali diterima yaitu pada tahun 2023. Hingga sekarang bantuan tidak ada lagi.
Rasit berharap, ada pihak yang peduli dengan kondisi kesehatannya. Dan, yang lebih utama adalah bantuan terhadap anaknya, agar bisa tetap bersekolah. (Kirno)



