SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Business Desa

BUMDes Kembangkan Produksi Pupuk Organik Granul Skala 1 Ton

pupuk organik.png

Lampung – Upaya peningkatan produktivitas pertanian terus dilakukan oleh pelaku usaha desa. Salah satunya dengan memproduksi pupuk organik granul berbahan baku lokal. Sebuah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mulai mengembangkan unit produksi dengan kapasitas 1 ton per batch.

Langkah ini dinilai strategis, mengingat kebutuhan pupuk ramah lingkungan semakin meningkat, sementara harga pupuk kimia kerap tidak stabil di pasaran.

“Kami memanfaatkan potensi lokal, seperti kotoran sapi, sekam padi, abu sekam, dan dedak. Bahan ini murah, mudah didapat, sekaligus membantu mengurangi limbah pertanian,” ujar pengelola BUMDes.

Skema Produksi

Dalam satu kali produksi 1 ton, komposisi bahan yang digunakan meliputi:

Emas Makin Bersinar di Tengah Gejolak Ekonomi, Jadi Pilar Strategis Investasi Indonesia 2026

  • Kotoran sapi kering: 600 kg
  • Sekam padi: 150 kg
  • Abu sekam: 100 kg
  • Dedak halus: 100 kg
  • Tepung tapioka (perekat): 15 kg
  • MOL/EM4: 10 liter

Proses pembuatan melalui tahapan pencampuran, fermentasi 10–14 hari, pengeringan, granulasi, hingga pengemasan dalam karung 25 kg. Hasil akhirnya berupa pupuk granul yang lebih tahan lama, mudah diaplikasikan, dan memperbaiki struktur tanah.

Manfaat Bagi Petani

Pupuk organik granul ini diproyeksikan dijual dengan harga kompetitif, sekitar Rp2.500–3.000 per kilogram di tingkat grosir. Harga ini lebih terjangkau dibanding pupuk kimia, dengan manfaat tambahan berupa peningkatan kesuburan tanah dan keberlanjutan lingkungan.

Selain itu, program ini juga membuka lapangan kerja lokal, mulai dari pengumpulan bahan baku hingga pengemasan.

Dukungan Pemerintah & Harapan

Catat Tanggalnya! Puskesmas Cipanas Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Desa Talagahiang

BUMDes berharap adanya dukungan pemerintah daerah dalam bentuk pelatihan, perizinan, serta akses pasar lebih luas. Dengan demikian, tidak hanya menjadi konsumen pupuk, tetapi juga produsen pupuk organik yang berdaya saing.

“Kami optimistis, bila kapasitas produksi ditingkatkan, desa dapat menjadi pusat distribusi pupuk organik untuk wilayah Lampung,” tambah pengelola.

× Advertisement
× Advertisement