Pesawaran – 29 Agustus 2025, Hasil monitoring dan evaluasi (Monev) ketahanan pangan tahun 2025 menunjukkan bahwa secara umum ketersediaan pangan di Kabupaten Pesawaran relatif stabil, namun masih terdapat sejumlah tantangan serius di aspek aksesibilitas, pemanfaatan, dan stabilitas harga pangan.
Dalam laporan Monev, produksi padi, jagung, dan komoditas utama masih mampu memenuhi kebutuhan lokal. Namun, beberapa komoditas strategis seperti gula, kedelai, dan bawang putih masih bergantung pada pasokan dari luar daerah. Cadangan pangan pemerintah daerah juga dinilai belum optimal sehingga berpotensi menimbulkan kerentanan jika terjadi bencana atau gangguan distribusi.
Dari sisi aksesibilitas, harga pangan pokok relatif terjaga, tetapi komoditas daging, cabai, dan bawang masih mengalami fluktuasi tinggi. Kondisi ini diperburuk oleh keterbatasan infrastruktur jalan di sejumlah desa, yang menghambat kelancaran distribusi.
Sementara itu, aspek pemanfaatan dan konsumsi juga masih menghadapi masalah. Pola konsumsi masyarakat masih didominasi oleh beras sehingga rendah diversifikasi pangan lokal. Angka stunting di beberapa wilayah juga masih cukup tinggi, menandakan perlunya intervensi gizi yang lebih kuat.
Dari sisi stabilitas, harga pangan strategis cenderung bergejolak menjelang hari besar keagamaan. Selain itu, daerah rawan banjir dan longsor juga berpotensi mengganggu distribusi pangan, karena belum tersedianya sistem logistik dan peringatan dini kerawanan pangan yang memadai.
Rekomendasi Penguatan
Berdasarkan hasil analisis tersebut, sejumlah rekomendasi diajukan:
1. Penguatan produksi lokal melalui diversifikasi tanaman pangan serta optimalisasi cadangan pangan daerah.
2. Peningkatan aksesibilitas dengan pembangunan infrastruktur desa, penguatan pasar rakyat, dan peran BUMDes pangan.
3. Intervensi gizi masyarakat dengan mendorong konsumsi pangan B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, Aman) serta memperluas program Pekarangan Pangan Lestari (P2L).
4. Pengendalian harga dan distribusi melalui sistem logistik modern, cold storage, serta kerjasama antar-daerah.
5. Perbaikan program intervensi pemerintah, termasuk akurasi data penerima bantuan pangan dan distribusi pupuk bersubsidi yang transparan.
Dengan langkah-langkah strategis tersebut, Pemerintah Daerah Pesawaran menargetkan terciptanya ketahanan pangan yang berkelanjutan, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan iklim maupun dinamika pasar.
Ketahanan pangan bukan sekadar ketersediaan beras, melainkan juga kemampuan masyarakat untuk mengakses pangan bergizi dan sehat. Untuk itu, kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha menjadi kunci utama.



