OKU Timur, 31 Juli 2025 — Jalan penghubung antara Desa Sumberharjo dan Desa Sumbermulyo, Kecamatan Buay Madang Timur, Kabupaten OKU Timur, kini mengalami kerusakan parah. Jalan yang dibangun pada akhir tahun 2019 saat pemerintahan Bupati Kholid Mawardi itu, kini dipenuhi lubang dan tak kunjung diperbaiki.
Pantauan di lapangan, kondisi jalan yang rusak tersebut sangat memprihatinkan. Lubang-lubang menganga tersebar di banyak titik, membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat. Padahal jalan ini merupakan akses utama yang setiap harinya dilalui warga, termasuk truk-truk bermuatan belasan ton gabah, alat berat, hingga kendaraan logistik.

Ahmad, salah satu pengguna jalan, mengungkapkan kekecewaannya. Ia mempertanyakan peran pemerintah desa dan penggunaan Dana Desa. “Kemana anggaran pembangunan? Ini bukan jalan pribadi. Semua warga, termasuk perangkat desa, juga lewat sini kalau ke Kecamatan Buay Madang Timur. Alasan ini jalan desa atau kabupaten sudah tidak relevan. Yang penting jalan rusak harus diperbaiki,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua DPP LSM PCM, Yudi Panjalu Putra, yang juga merupakan warga setempat, mengaku sudah berkali-kali menyuarakan masalah ini ke pihak Badan Permusyawaratan Desa (BPD) desa Sumberharjo, bahkan langsung kepada kepala desa. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut.
“Dana Desa tahun 2024 kabarnya mencapai Rp1,260 miliar. Tapi mana wujudnya? Jalan ini tetap rusak. Jangan-jangan anggaran tidak dialokasikan sebagaimana mestinya,” tegas Yudi.
Keluhan juga datang dari para pedagang pasar Templek, yang membuka lapak tiga kali dalam sepekan. Seorang pedagang yang enggan disebut namanya menyebutkan bahwa kondisi jalan sangat mengganggu aktivitas ekonomi warga dan mempertanyakan alokasi dana pembangunan yang seolah tidak menyentuh kebutuhan dasar masyarakat.
Warga lainnya menyebut, banyak yang hanya berani bergumam dan enggan bersuara lantang karena takut. “Kalau begini terus, lebih baik penegak hukum turun langsung. Jangan tidur saja,” celetuk seorang warga.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun kecamatan terkait kondisi jalan dan penggunaan Dana Desa untuk sektor infrastruktur tersebut. (Red.01)

