SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Ekonomi Pemerintah

Kebijakan Base Money Dipastikan Berpengaruh ke Ekonomi Daerah

base money

Lampung Kebijakan moneter nasional yang ditetapkan Bank Indonesia melalui pengendalian base money (uang primer) ternyata berdampak langsung terhadap dinamika ekonomi di Daerah.

Hasil analisis menunjukkan, perubahan base money dapat memengaruhi likuiditas perbankan, distribusi uang kartal, hingga daya beli masyarakat di tingkat desa.

“Ketika base money diperlonggar, sektor pertanian, perikanan, UMKM, dan wisata di Pesawaran bisa tumbuh lebih cepat. Petani lebih mudah mengakses Kredit Usaha Rakyat, nelayan bisa memperbaiki kapal, dan pelaku wisata punya peluang memperbesar usaha. Namun ada risiko inflasi jika suplai barang tidak seimbang dengan kenaikan permintaan,” ujar seorang analis ekonomi daerah, Rabu (11/9/2025).

Sebaliknya, bila base money diperketat, pertumbuhan ekonomi lokal berpotensi melambat. Petani sulit mendapat modal, nelayan terkendala pembiayaan peralatan, dan UMKM harus lebih berhati-hati menjalankan usaha.

Kondisi netral atau stabil dianggap sebagai skenario paling aman, karena bisa menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. Meski begitu, percepatan pembangunan daerah tetap membutuhkan dukungan inovasi lokal dan penguatan sektor riil.

Menelusuri Jejak TPPU: Nominee, Predicate Crime, dan Upaya Menyembunyikan Hasil Korupsi

Daerah sendiri memiliki basis ekonomi pada pertanian, perikanan, UMKM, dan pariwisata. Karena itu, setiap perubahan kebijakan moneter nasional akan cepat dirasakan di pasar tradisional, desa, hingga kawasan wisata.

“Pemerintah daerah perlu memperkuat koordinasi dengan otoritas moneter dan memastikan Dana Desa digunakan secara produktif, agar kebijakan pusat benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat,” tambahnya.

Dengan demikian, kebijakan pengendalian base money bukan sekadar urusan pusat, melainkan juga menjadi faktor penting dalam mendorong pembangunan ekonomi lokal di Pesawaran.

× Advertisement
× Advertisement