SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Pasca Bencana

Kemensos Dukung Pencarian Korban Longsor Pasirlangu, 17 Meninggal dan 73 Warga Masih Hilang

pasir langgu

Bandung Barat — Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos) turut mendukung penuh upaya pencarian korban tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, dengan menyalurkan bantuan logistik sekaligus membantu tim SAR gabungan dalam penanganan tanggap darurat.

Berdasarkan laporan hingga Minggu (25/1/2026) pukul 23.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 17 orang. Sementara itu, sebanyak 73 warga masih dinyatakan hilang dan dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyampaikan bahwa Kemensos terus memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi, sekaligus mendukung proses pencarian dan penanganan korban bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.

“Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi serta mendukung proses pencarian dan penanganan korban bersama pemerintah daerah dan unsur terkait,” ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Senin (26/1/2026).

Bencana tanah longsor terjadi pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Cisarua sejak sehari sebelumnya. Kondisi tanah yang jenuh air di kawasan lereng curam memicu pergerakan tanah yang menimbun permukiman warga di Kampung Pasirkuning dan sekitarnya.

Pemkab dan Polres Pesawaran Tinjau Lokasi Puting Beliung di Gedung Gumanti

Data sementara mencatat 34 kepala keluarga atau 113 jiwa terdampak langsung akibat longsor tersebut. Sementara itu, jumlah pengungsi mencapai 498 jiwa yang saat ini menempati aula Kantor Desa Pasirlangu.

Selain korban jiwa, longsor juga menyebabkan sedikitnya 30 unit rumah warga mengalami kerusakan.

Bantuan Logistik dan Dapur Umum

Bantuan logistik Kemensos disalurkan melalui Gudang Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. Bantuan tersebut meliputi:

  • 1 unit tenda serbaguna
  • 5 unit tenda keluarga
  • 50 lembar tenda gulung
  • 200 lembar kasur
  • 200 lembar selimut
  • 500 paket makanan siap saji
  • 400 paket lauk pauk siap saji
  • 100 paket makanan anak
  • 200 paket family kit
  • 200 paket kids ware
  • 50 paket sandang anak
  • 50 paket sandang dewasa

Di tingkat daerah, Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat bersama Taruna Siaga Bencana (Tagana) mendirikan dapur umum lapangan di SDN 1 Pasirlangu yang berada di samping Kantor Desa Pasirlangu. Dapur umum tersebut mampu memproduksi sekitar 4.500 paket makanan per hari untuk kebutuhan tiga kali makan, dengan pembiayaan dari APBD Kabupaten Bandung Barat.

Kepala BNPB Pastikan Percepatan Huntara dan Penyaluran DTH di Aceh

Status Tanggap Darurat

Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana melalui Surat Keputusan Nomor 100.3.3.2/Kep.25-BPBD/2026 yang berlaku sejak 24 Januari hingga 6 Februari 2026.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, Dinas Sosial, Tagana, serta unsur terkait lainnya masih terus melakukan pencarian korban di lokasi kejadian.

Hingga Minggu malam, sebanyak 10 korban meninggal dunia telah berhasil diidentifikasi, sementara 7 korban lainnya masih dalam proses identifikasi. Proses verifikasi dan validasi ahli waris korban meninggal juga masih berlangsung, dengan mempertimbangkan kondisi lokasi bencana, ahli waris yang masih dalam pencarian, serta keterbatasan jaringan komunikasi di wilayah terdampak.

BNPB Rampungkan Huntara untuk 50 KK Terdampak Bencana di Pidie Jaya
× Advertisement
× Advertisement