SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Wisata

Keramat Sajira: Jejak Spiritual Prabu Dalem Wong Sagati di Lebak Banten

makam keramat prabu dalem wong sagati di sajira lebak banten
Makam Keramat Sajira, Prabu Dalem Wong Sagati di Desa Sajira Timur, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten.

LEBAK – Di tengah perbukitan dan suasana religius di Desa Sajira Timur, Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak, Banten, berdiri sebuah situs ziarah yang sarat nilai sejarah dan spiritualitas, yaitu Keramat Sajira.

Tempat ini tak hanya menjadi tujuan peziarah dari berbagai daerah, tetapi juga menyimpan kisah tentang sosok yang sangat dihormati masyarakat setempat yaitu Prabu Dalem Wong Sagati.

Keramat Sajira merupakan kompleks makam keramat yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan terakhir beberapa tokoh penting penyebar agama Islam di wilayah Lebak.

Makam utamanya adalah milik Prabu Dalem Wong Sagati, yang hingga kini masih ramai diziarahi, terutama pada malam Jumat dan hari besar Islam.

Tempat ini dijaga dan dirawat oleh juru kunci yang merupakan keturunan atau tokoh adat lokal. Suasana di sekitar makam terasa khusyuk, dipenuhi aroma kemenyan, dan sering digunakan untuk berdoa atau memohon berkah.

PBL Pantai Blimbingsari sebagai Cermin Pengelolaan Destinasi Belajar Merawat Wisata dari Lapangan

Siapa Prabu Dalem Wong Sagati?

Prabu Dalem Wong Sagati diyakini sebagai seorang tokoh spiritual dan penyebar agama Islam di tanah Banten, khususnya di Sajira dan sekitarnya.

Meski tak banyak catatan tertulis tentang beliau, sejarah lisan menyebutkan bahwa Prabu Dalem adalah seorang pemimpin yang dihormati karena kesalehan, karisma, serta keilmuannya dalam ilmu agama dan kebatinan.

Beberapa versi menyebutkan bahwa beliau merupakan keturunan bangsawan atau tokoh dari lingkungan kesultanan yang kemudian memilih jalan dakwah dan spiritual.

Nama “Prabu” menunjukkan status kehormatan, sedangkan “Dalem Wong Sagati” merujuk pada sifat kebijaksanaan dan kekuatan batin yang dimiliki.

Benteng Samudra, Penjaga Laut dan Harapan di Pantai Riya

Keramat Sajira tidak hanya menjadi tempat peribadatan, tapi juga salah satu simbol kekayaan budaya religius masyarakat Lebak.

Masyarakat memegang teguh tradisi menghormati leluhur dan tokoh penyebar agama. Mereka percaya bahwa menjaga dan menghormati situs keramat adalah bentuk pelestarian sejarah dan nilai-nilai luhur.

Selain sebagai tempat ziarah, Keramat Sajira juga menjadi lokasi kegiatan adat, pengajian, dan doa bersama, terutama menjelang bulan Ramadan atau Maulid Nabi.

Warga dan tokoh masyarakat berharap agar situs Keramat Sajira terus dirawat dan menjadi bagian dari destinasi wisata religi di Banten.

Pemerintah daerah diharapkan turut mendukung dengan perbaikan akses jalan, fasilitas pendukung, dan promosi wisata berbasis budaya lokal.

Seren Taun Kasepuhan Cisungsang 2025 Resmi Masuk Kalender KEN, Dongkrak Pariwisata Budaya Banten

Keramat Sajira dan sosok Prabu Dalem Wong Sagati adalah warisan yang menyatukan sejarah, agama, dan budaya dalam satu ruang spiritual yang masih hidup di tengah masyarakat modern. Sebuah jejak masa lalu yang tetap dijaga, dihormati, dan dilestarikan untuk generasi mendatang.

Reporter : (Odih Kodari)

 

× Advertisement
× Advertisement