SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Infografis Wisata

PBL Pantai Blimbingsari sebagai Cermin Pengelolaan Destinasi Belajar Merawat Wisata dari Lapangan

mahasiswa kembangkan wisata

Blimbingsari – Pengembangan pariwisata tidak hanya berbicara tentang promosi dan keindahan alam, tetapi juga tentang bagaimana sebuah destinasi dikelola secara berkelanjutan. Inilah salah satu pelajaran penting yang terlihat melalui kegiatan Project Based Learning (PBL) yang dilakukan oleh mahasiswa Politeknik Negeri Banyuwangi, Jurusan Pariwisata, Program Studi Manajemen Bisnis Pariwisata, kelas 2E, dalam mata kuliah Manajemen Destinasi Pariwisata di bawah bimbingan Kanom, S.Pd., M.Par.

Pelaksanaan PBL yang berlokasi di Pantai Blimbingsari, Kecamatan Blimbingsari, tidak hanya menjadi kesempatan belajar, tetapi juga ruang refleksi bagi mahasiswa untuk memahami isu-isu nyata di lapangan mulai dari kebersihan, fasilitas, hingga manajemen destinasi yang belum sepenuhnya maksimal.

PBL sebagai Pembelajaran Nyata: Melihat Masalah, Bukan Hanya Teori

Kegiatan PBL merupakan metode pembelajaran khas Politeknik Negeri Banyuwangi yang menekankan pengalaman langsung di lapangan. Dengan turun ke destinasi wisata, mahasiswa dapat menganalisis berbagai aspek 4A+1C (Attraction, Accessibility, Amenities, Ancillary, Community) secara nyata.

Di Pantai Blimbingsari, mahasiswa menemukan bahwa meskipun destinasi ini memiliki potensi besar dari panorama alam hingga kuliner masih banyak aspek yang perlu dibenahi. Salah satu kegiatan kunci pada Day 1 adalah bersih-bersih pantai, sebuah langkah awal yang membuka banyak realitas lapangan.

Polda Lampung Berhasil Ungkap 75 Kasus Street Crime dalam 19 Hari, 95 Tersangka Diamankan

Day 1 Bersih-Bersih Pantai: Realitas Pengelolaan yang Belum Terjawab

Pada hari pertama, mahasiswa terjun langsung untuk membersihkan area pantai dari sampah plastik, sisa makanan, puntung rokok, hingga sampah rumah tangga yang berserakan di bibir pantai. Kegiatan ini menegaskan dua hal penting:

1. Kesadaran wisatawan dan masyarakat terhadap kebersihan masih rendah.

2. Infrastruktur pengelolaan sampah tidak berjalan efektif, meskipun jumlah tempat sampah cukup banyak.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga merasakan langsung tantangan yang dihadapi pengelola destinasi.

Layanan 110 Hadirkan Respon Cepat

Kutipan dari Dosen Pengampu: Motivasi dan Kritik Membangun

Dosen pengampu, Kanom, S.Pd., M.Par., menyampaikan pesan yang sangat relevan dengan kondisi Blimbingsari:

“Manajemen destinasi tidak hanya tentang menarik wisatawan, tetapi bagaimana kita menjaga keberlanjutan. Kebersihan pantai adalah wajah pariwisata. Jika wajahnya tidak dirawat, maka seindah apa pun potensinya akan tertutup masalah dasarnya.”  Kanom, S.Pd., M.Par.

Kutipan Ketua Pelaksana PBL

Selaku ketua pelaksana, Al. Qurothulaini juga memberikan refleksi terkait kegiatan ini:

Di Balik Selebrasi Papan Bunga: Apresiasi Penangkapan LSM atau Upaya Pembungkaman Kontrol Sosial Atas Dosa Dana BOS?

“Kegiatan bersih-bersih pantai bukan hanya kewajiban PBL, tetapi bentuk kepedulian kami terhadap destinasi yang kami pelajari. Kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa pariwisata tidak hanya mengamati, tetapi turun langsung membantu.”  Al. Qurothulaini, Ketua Pelaksana PBL

Apa yang Dipelajari Mahasiswa dari Blimbingsari?

1. Potensi Besar yang Belum Dikelola Optimal

2. Fasilitas Perlu Penyegaran

3. Pengelolaan Perlu Ditata Ulang

4. Edukasi Wisatawan Urgen

Revitalisasi Beach Bar

Mahasiswa juga memberikan rekomendasi penghidupan kembali beach bar bambu yang kini terbengkalai. Jika direvitalisasi dengan konsep estetis, ramah wisata, dan dikelola secara profesional, tempat ini bisa menjadi ikon baru Pantai Blimbingsari.

Penutup

Pantai Blimbingsari memiliki segala yang dibutuhkan untuk menjadi destinasi unggulan. Yang dibutuhkan sekarang adalah pengelolaan yang lebih terarah dan kesadaran bersama. Melalui kegiatan PBL ini, mahasiswa belajar bahwa perubahan dimulai dari langkah kecil seperti mengambil sampah di tepi pantai.

× Advertisement
× Advertisement