Mekakau Ilir, OKU Selatan – Suasana sejuk perbukitan yang mengelilingi wilayah Kecamatan Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan, sebuah kabupaten yang berbatasan dengan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, yaitu kabupaten Lampung Barat. Kini menjadi saksi bisu geliat kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidup dari aroma khas perkebunan kopi. Wilayah yang masuk dalam gugusan Bukit Barisan Sumatera ini, mayoritas ditanami kopi dan telah menjadi sumber penghasilan utama masyarakatnya.
Keragaman suku menjadi warna tersendiri di wilayah ini. Meski dihuni oleh berbagai latar belakang budaya, suku Semendo tetap menjadi yang dominan. Kehidupan mereka jauh dari hiruk pikuk perkotaan, bebas polusi, dan dekat dengan alam. Inilah yang membuat banyak orang betah dan merasa damai tinggal di sini.
Salah satunya adalah Yanto, seorang petani kopi yang berasal dari tanah Jawa. Saat diwawancarai oleh Bacobae.id, ia menuturkan rasa syukurnya bisa hidup di wilayah ini.
“Kami sudah merasa nyaman di sini, walaupun hidup sederhana. Di negeri inilah kami mendapat ketenangan, bahkan saya anjurkan keluarga untuk mulai usaha di sini juga,” ujarnya.
Saat ini, Mekakau Ilir tengah memasuki masa panen raya kopi. Didukung dengan harga jual kopi yang cukup tinggi, para petani menyambutnya dengan penuh semangat dan suka cita. Hasil panen yang melimpah tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi, tetapi juga memperkuat tekad masyarakat untuk terus mengembangkan usaha pertanian mereka.
Pemerintah pun turut ambil bagian dalam mendukung sektor pertanian melalui program-program berkelanjutan yang telah berjalan hingga kini. Alhasil, tidak sedikit pendatang dari luar daerah yang tertarik membeli lahan di Mekakau Ilir untuk ikut serta dalam usaha pertanian ini.
Hamparan hijau kebun kopi yang terawat secara mandiri menjadikan Mekakau Ilir bukan hanya sumber kehidupan, tetapi juga potret kecil tentang bagaimana keharmonisan antara manusia dan alam dapat terjaga.
Lestarikan negeriku yang hijau, mulai dari desa. Karena dari sinilah, ketenangan dan kemakmuran tumbuh dengan tulus. (Untung)


