Bakauheni, Lampung Selatan – Kuda Lumping, juga dikenal sebagai Jaran Kepang atau Jathilan, adalah seni tari tradisional Jawa yang menampilkan sekelompok prajurit yang menunggang kuda tiruan yang terbuat dari anyaman bambu. Tarian ini mencerminkan semangat kepahlawanan dan unsur militer, dengan gerakan dinamis dan agresif yang menyerupai kuda dalam pertempuran.
Aca berlangsung di Lapangan Dusun Way Apus RK 013 / RT 01, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, Hadir dalam Acara tersebut Kepala Desa Bakauheni Sukirno, Babinsa Bskauheni Windu Julia Atmaja, Kepala Dusun way Apus RK 013 Taaludin, Ketua RT 01 Suwandi, rombongan Seni jJaranan Campursari Turonggo Nuswantoro, dan masyarakat yang begitu antusias untuk menyaaksikan jalannya pegelaran hiburan Seni Jaranan Campursari Turonggo Nuswantoro. Sabtu (23/ 08 / 2025).
Ketua RT 01 Dusun Way Apus RK 013,”Mengucapkan ribuan terima kasih kepada seluruh warga masyarakat RT 01 yang sudah mensupot baik tenaga dan pikiran, juga saya ucapkan terimakasih kepada Topik yang sudah memberikan bantuan dana dengan terselenggaranya pegelaran Seni Jaranan Campursari Turonggo Nuswantoro, “Ucap Suwandi.
Suwandi juga berharap tahun depan kegiatan serupa dapat digelar dengan lebih meriah lagi
“Harapan saya, ke depan acara ini semakin besar dan bisa menjadi ajang kebersamaan sekaligus mempererat persaudaraan antar warga,yang ada di Dusun Way Apus,” tambahnya.
Sementara itu Ketua Seni Jaranan Campursari Turonggo Nuswantoro Subagia,”Menjelaskan ribuan trimakasih kepada seluruh warga masyarakat Dusun Way Apus RT 01 yang sudah mempercayai kami untuk tampil menghibur masyarakat Dusun Way Apus terutama RT 01,semoga apa yang saya tampikan beserta rombongan bisa memuaskan para penonton dan bisa bersinambung untuk kedepannya.
Pagelaran Seni Jaranan Campursari Turunggo Nuswantoro, yang beralamat di Dusun Muarapiluk,Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, yang terus mempertahankan kesenian tradisional yang sudah berkembang sejak dahulu. Paguyuban Seni Jaranan Campursari Turonggo Nuswantoro didirikan pada tahun 2018 dan beranggotakan sekitar 40 orang mulai dari penari, penabuh gamelan (penayagan), dan sinden, “Jelas Subagio.
Suasana meriah dan penuh tawa pun menjadi penutup rangkaian perayaan HUT RI KE – 80 di Dusun Way Apus RT 01 Meninggalkan kesan kebersamaan yang hangat di tengah masyarakat,”Pungkasnya (Subagio)


