SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Hukum Pendidikan

Nadiem Makarim Akan Penuhi Panggilan Kejagung soal Kasus Korupsi Chromebook

nadiems mantan menteri
Mantan Menteri Pendidikan Nadiem Makarim

Jakarta— Tim hukum Nadiem Makarim yang diwakili Hotman Paris Hutapea menegaskan bahwa kliennya akan hadir dalam panggilan Kejaksaan Agung terkait kasus pengadaan Chromebook.

Pemeriksaan dijadwalkan pada pukul 09.00 WIB di Gedung Bundar, Kejagung RI. Nadiem, menurut Hotman, bahkan berencana datang lebih awal sebagai bentuk kooperatif terhadap penyidikan.

“Pak Nadiem akan datang pukul 08.00 pagi, satu jam sebelum jadwal pemeriksaan,” ujar Hotman, Jumat (20/6/2025).

Kejagung memanggil Nadiem untuk dimintai keterangan mengenai kebijakan pengadaan perangkat teknologi pendidikan berbasis ChromeOS yang dilakukan pada masa jabatannya. Kasus ini melibatkan anggaran jumbo sebesar Rp9,98 triliun dan diduga menimbulkan kerugian negara akibat spesifikasi perangkat dan proses pengadaan yang dinilai tidak transparan.

Proyek Chromebook ini dijalankan sejak 2019 dengan uji coba awal sebanyak 1.000 unit. Namun proyek terus dilanjutkan meski ditemukan sejumlah kelemahan teknis, terutama akses internet yang tidak merata di sekolah-sekolah.

Polda Lampung Berhasil Ungkap 75 Kasus Street Crime dalam 19 Hari, 95 Tersangka Diamankan

Penyidik sebelumnya telah memeriksa lebih dari 20 saksi, termasuk tiga staf khusus Mendikbudristek. Mereka adalah Fiona Handayani, Jurist Tan, dan Ibrahim Arief, yang apartemennya sempat digeledah oleh tim Kejagung.

Peran dan keputusan strategis sebagai menteri dalam menentukan vendor dan spesifikasi Chromebook.Prosedur pengadaan dan proses pengambilan keputusan. Kesesuaian pelaksanaan dengan ketentuan hukum dan anggaran.

Melalui pernyataan tertulis sebelumnya, Nadiem menyatakan siap mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi dan bersedia hadir kapan pun dipanggil penyidik. Ia menegaskan seluruh keputusan dilakukan berdasarkan prinsip transparansi dan efisiensi untuk mendukung digitalisasi pendidikan.

Pengamat pendidikan dan antikorupsi menilai pemeriksaan terhadap Nadiem merupakan langkah penting untuk mengungkap dugaan maladministrasi dalam proyek teknologi pendidikan yang bernilai fantastis tersebut.

Publik kini menunggu hasil pemeriksaan Nadiem yang bisa mengungkap lebih dalam alur pengadaan Chromebook serta potensi aktor-aktor lain yang terlibat. Kasus ini menjadi sorotan nasional karena menyangkut tata kelola anggaran pendidikan dan integritas program digitalisasi sekolah.

Diduga Dana BOS SDN Kadumalati 1 Tak Berdampak, Kondisi Sekolah Rusak Picu Desakan Audit

× Advertisement
× Advertisement