SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Desa Inspirasi

Petani Mulai Gunakan Booster Alami untuk Tingkatkan Produktivitas Tanaman

alpukat boster

Pesawaran — Sejumlah petani di berbagai daerah mulai memanfaatkan ramuan booster alami untuk meningkatkan produktivitas tanaman agar lebih cepat berbunga dan berbuah lebat. Metode ini dinilai lebih hemat biaya serta ramah lingkungan karena menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar rumah.

Booster tanaman merupakan campuran nutrisi tambahan yang diberikan pada tanaman untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah. Dalam praktiknya, banyak petani mengombinasikan bahan organik seperti kulit pisang, air cucian beras, kulit telur, hingga air kelapa yang difermentasi untuk menghasilkan nutrisi alami yang dibutuhkan tanaman.

Salah satu ramuan yang cukup populer adalah fermentasi kulit pisang yang kaya kalium. Unsur ini berperan penting dalam pembentukan buah dan menjaga bunga agar tidak mudah rontok. Selain itu, air cucian beras yang difermentasi juga dipercaya mampu memperbaiki kesuburan tanah dan mempercepat pertumbuhan tanaman.

Tidak hanya itu, sebagian petani juga memanfaatkan bawang merah yang dihaluskan dan dicampur air sebagai semprotan daun. Kandungan hormon alami pada bawang merah diyakini dapat merangsang pertumbuhan tunas dan mempercepat pembungaan tanaman.

Di sisi lain, beberapa petani tetap mengombinasikan booster alami dengan pupuk tambahan seperti MKP Monopotassium Phosphate dan Gandasil B yang memiliki kandungan fosfor dan kalium tinggi untuk mempercepat fase pembungaan dan pembentukan buah.

Pemdes Cikarang Bungkam saat Dikonfirmasi soal Dana Desa Rp1,08 Miliar, LSIM Banten Desak Inspektorat Audit

Penggunaan mikroorganisme fermentasi seperti EM4 juga mulai banyak diterapkan. Mikroba tersebut berfungsi mempercepat proses penguraian bahan organik sekaligus meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi tanaman.

Praktisi pertanian menilai, penggunaan booster alami menjadi salah satu solusi bagi petani untuk meningkatkan hasil panen tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pupuk kimia. Selain menekan biaya produksi, metode ini juga membantu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.

“Dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana di sekitar, petani sebenarnya bisa membuat pupuk booster sendiri yang cukup efektif untuk merangsang tanaman cepat berbuah,” ujar salah satu penyuluh pertanian.

Ke depan, pemanfaatan teknologi sederhana berbasis bahan organik ini diharapkan semakin berkembang, terutama di kalangan petani kecil yang membutuhkan solusi praktis untuk meningkatkan hasil produksi pertanian secara berkelanjutan.

Puluhan Tahun Mengendap, Kejelasan Dokumen Sertifikat Tanah Warga Jalupang Mulya Dipertanyakan
× Advertisement
× Advertisement