Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menargetkan 90 persen jalan provinsi berstatus mantap pada 2028. Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan mulai 2026 seluruh perbaikan jalan di wilayah Lampung tidak lagi menggunakan aspal, melainkan beton.
“Mulai 2026, tidak boleh lagi ada jalan aspal di Lampung, semua harus beton. Ini juga akan mendukung daya saing industri di Lampung,” tegas Gubernur saat meninjau kinerja Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, Kamis (2/10/2025).
Rahmat menyebut saat ini jalan mantap di Lampung sudah mencapai 78 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional 75 persen. Namun ia mengakui masih ada ruas jalan yang rusak dan perlu segera dibenahi.
Menurutnya, strategi pembangunan jalan akan difokuskan pada kawasan padat penduduk agar manfaatnya lebih luas. Dengan anggaran Rp400 miliar, perbaikan jalan ditargetkan dapat dirasakan hingga 3 juta orang.
Selain strategi, kualitas jalan juga ditingkatkan. Selama ini jalan provinsi dibangun dengan spesifikasi 20 ton, tetapi dilalui kendaraan dengan beban hingga 50 ton yang mengangkut hasil pertanian. Karena itu Pemprov beralih ke jalan beton agar lebih tahan lama.
Rahmat juga menekankan pentingnya keterbukaan informasi agar publik dapat ikut mengawasi kualitas pekerjaan. “Yang mengawasi bukan hanya Dinas PU atau konsultan, tapi seluruh masyarakat Lampung,” ujarnya.
Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung M. Taufiqullah menambahkan, dari 52 paket perbaikan jalan, 40 di antaranya sudah mencapai tahap Provisional Hand Over (PHO). Sementara dari 21 paket jembatan, enam sudah PHO.
Pembangunan infrastruktur ini diharapkan mampu memperbaiki konektivitas wilayah, memperlancar distribusi logistik, serta menekan biaya transportasi sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.



