SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Desa Ekonomi

Inpari 32 HDB, Varietas Unggul Penopang Produksi Padi

bibit beras.png

Pesawaran, 6 November 2025 — Pemerintah harus mendorong petani untuk menanam varietas unggul padi Inpari 32 HDB sebagai upaya peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Varietas padi Inpari 32 HDB dikenal tahan terhadap serangan Wereng Batang Cokelat (WBC) dan Hawar Daun Bakteri (HDB), dua penyakit utama yang selama ini sering menyebabkan penurunan hasil panen petani di wilayah Lampung. Dengan produktivitas mencapai 8 hingga 9 ton gabah kering panen (GKP) per hektar, varietas ini dinilai cocok untuk dikembangkan di lahan sawah irigasi.

Inpari 32 HDB merupakan hasil pengembangan Balai Besar Penelitian Padi, Kementerian Pertanian RI. “Varietas ini sudah terbukti unggul di beberapa daerah. Kami berharap petani di Pesawaran juga bisa memperoleh hasil yang maksimal dengan pendampingan teknis dari penyuluh”.

Inpari 32 memiliki umur panen relatif genjah yaitu sekitar 115 hari setelah tanam, dengan bentuk tanaman tegak, tinggi sedang, dan tahan rebah. Selain itu, hasil gabahnya bernas dan berasnya pulen, sehingga memiliki nilai jual yang tinggi di pasar lokal maupun regional.

Untuk mendukung peningkatan hasil, petani harus diberikan pelatihan kepada kelompok tani tentang penggunaan sistem tanam jajar legowo, pemupukan berimbang, serta pengairan berselang (intermittent irrigation) yang terbukti efisien dan ramah lingkungan.

Polda Lampung Berhasil Ungkap 75 Kasus Street Crime dalam 19 Hari, 95 Tersangka Diamankan

“Dengan penerapan teknologi budidaya yang baik, potensi keuntungan petani bisa mencapai lebih dari Rp20 juta per hektar dalam satu musim tanam”.

Langkah ini sejalan dengan program nasional Kementerian Pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan melalui penyediaan varietas unggul adaptif terhadap perubahan iklim dan serangan organisme pengganggu tanaman.

Diharapkan melalui penerapan varietas unggul seperti Inpari 32 HDB, Kabupaten Pesawaran dapat menjadi salah satu sentra produksi padi berdaya saing tinggi di Provinsi Lampung, sekaligus memperkuat kemandirian pangan masyarakat pedesaan.

× Advertisement
× Advertisement