SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Pemerintah Politik

Gubernur Sumsel H. Herman Deru Bangun Wilayah Tanpa Terkecuali

gubernur sumsel

Palembang, 14 November 2025 – Menanggapi ramainya pemberitaan serta aksi unjuk rasa mahasiswa di media sosial terkait kondisi infrastruktur jalan di Sumatera Selatan, Gubernur Sumsel H. Herman Deru memberikan klarifikasi langsung melalui sambungan ponsel pada 13 November 2025.

Gubernur Herman Deru menegaskan bahwa dari 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan, hanya tiga kabupaten yang mengalami kerusakan sebagian pada jalan provinsi. Menurutnya, kerusakan tersebut dipicu oleh mobilitas kendaraan yang sangat padat di titik tertentu, ditambah beban muatan yang berlebih, sehingga mempercepat penurunan kualitas jalan.

“Itu juga terkait keterbatasan anggaran serta waktu. Namun yang jelas, seluruh wilayah Sumatera Selatan tetap akan dibangun tanpa terkecuali,” tegasnya.

Gubernur juga menanggapi pemberitaan mengenai penggunaan helikopter dalam beberapa agenda kunjungan kerja. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan murni karena kebutuhan, mengingat jadwal yang sangat padat di beberapa kabupaten/kota.

“Jarak dari Palembang ke kabupaten lain cukup jauh. Jika menggunakan jalur darat sangat tidak memungkinkan untuk keperluan cepat, seperti menghadiri panen raya bersama Kapolri, pejabat kementerian, dan acara strategis lainnya. Jadi bila ada berita miring, silakan saja. Yang pasti, pembangunan infrastruktur sangat bergantung pada anggaran yang ada,” ujarnya.

Pemdes Cikarang Bungkam saat Dikonfirmasi soal Dana Desa Rp1,08 Miliar, LSIM Banten Desak Inspektorat Audit

Herman Deru juga menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan saat ini menunjukkan tren lebih baik dibanding tahun sebelumnya.

Menanggapi klarifikasi Gubernur, Ketua Umum LSM Perintis Cakra Manunggal, Yudi Panjalu Putra, menyampaikan bahwa Sumatera Selatan merupakan provinsi dengan wilayah luas mencapai 91.592,43 km², terdiri dari 4 kota dan 13 kabupaten dengan kontur wilayah berbeda-beda.

Menurutnya, wajar jika terdapat sebagian jalan yang mengalami kerusakan mengingat luas wilayah, aktivitas kendaraan berat, serta keterbatasan anggaran infrastruktur.

“Helikopter jelas sangat dibutuhkan karena jarak tempuh yang jauh. Saat ini helikopter bukan lagi barang mewah; banyak perusahaan perkebunan, pertambangan, dan perusahaan besar lain menggunakannya untuk kebutuhan tugas penting yang memerlukan kecepatan dan ketepatan waktu,” jelas Yudi.

Ia menambahkan, persepsi publik terhadap penggunaan helikopter sering kali bias karena kurangnya pemahaman dan keterbatasan informasi.

Puluhan Tahun Mengendap, Kejelasan Dokumen Sertifikat Tanah Warga Jalupang Mulya Dipertanyakan

“Kita dulu menganggap smartphone itu barang mewah. Sekarang menjadi kebutuhan. Demikian pula helikopter untuk pejabat dengan agenda penting. Jika melihat daerah lain, kebutuhannya sama, hanya saja kurang terekspos. Kami yakin Gubernur H. Herman Deru memiliki komitmen kuat menjadikan Sumatera Selatan lebih baik dan lebih mulia,” tutupnya.(Red)

× Advertisement
× Advertisement