SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Sosial Umum

HIPMI Pesawaran Gaet Bank Raya Lampung, Kupas Tuntas Peluang Bisnis Affiliate di Tengah Gelombang Ekonomi Digital

hipmi1

Pesawaran, 20 Mei 2025 – Suasana hangat dan penuh antusias menyelimuti BackLand Coffee & Me, Gedong Tataan, sore itu. Di tengah aroma kopi yang membumi dan hiruk-pikuk obrolan produktif anak muda, BPC HIPMI Pesawaran menggelar sebuah talkshow yang bukan sekadar ajang bincang-bincang. Ini adalah ikhtiar nyata membuka jalan baru dalam ekonomi digital: mengenal dan mengembangkan potensi bisnis melalui skema affiliate marketing.

Mengusung semangat kolaborasi, acara ini menjadi panggung peresmian kerja sama strategis antara HIPMI Pesawaran dan Bank Raya Lampung untuk membina Kelas Affiliate — ruang belajar berkelanjutan yang menjadi output konkret dari talkshow ini.

“Agenda ini adalah pembuka. Kita ingin pemuda-pemudi Pesawaran tak hanya jadi pengguna teknologi, tapi juga pelaku ekonomi digital. Setelah ini akan ada pelatihan jangka panjang untuk mencetak affiliator yang kompeten,” ujar Abdi Kalam, Ketua Umum BPC HIPMI Pesawaran, dalam sambutannya.

Talkshow dipandu lugas oleh M. Sayyid Ramadhan, Wakil Ketua Umum BPC HIPMI Pesawaran, yang membawa diskusi berjalan hidup namun tetap substantif. Satu per satu pembicara membagikan sudut pandangnya, bukan hanya soal teori, tapi pengalaman nyata dari lapangan digital yang terus bergerak.

IMG 20250520 WA0050

Bangunan SDN Pasirloa Rusak, Kepala Sekolah Tepis Sorotan Soal Pemeliharaan

Gilang Ramadhan, Ketua Umum BPD HIPMI Lampung, membuka diskusi dengan mengulas bagaimana dunia digital telah mendisrupsi pola bisnis konvensional. “Kita tak lagi bicara peluang, tapi kebutuhan. Digital bukan masa depan, ia adalah masa kini. Dan affiliate adalah gerbang terdekat untuk terjun,” tegas Gilang.

Amri Wibowo, praktisi affiliate marketing dari Shopee, mengupas taktik dan algoritma yang selama ini hanya menjadi mitos bagi pemula. “Menjadi affiliator itu bukan sekadar promosi link, tapi memahami kebutuhan pasar dan membangun kepercayaan audiens,” jelasnya.

Sementara itu, Ria Tiara Sari, yang dikenal sebagai top affiliate di TikTok, memberikan sentuhan personal dalam sesinya. “Aku dulu mulai dari nol, bahkan tak tahu cara bikin konten. Tapi konsistensi dan keberanian tampil di layar adalah modal awal. Dan modal itu bisa dimiliki siapa pun di ruangan ini,” ungkapnya, disambut tepuk tangan peserta.

Salah satu peserta, Dewi Lestari, mahasiswi semester akhir yang aktif di media sosial, mengaku talkshow ini membuka matanya. “Selama ini aku kira affiliate itu cuma buat selebgram. Tapi ternyata kita semua bisa mulai dari sekarang, dari nol.”

Peserta lainnya, Rendi Saputra, pelaku UMKM lokal, menyambut positif agenda lanjutan dari HIPMI. “Kalau pelatihan berlanjut, saya ingin ikut. Saya bisa belajar langsung cara promosi produk saya secara digital, tidak lagi cuma mengandalkan pasar konvensional.”

Pembangunan Kandang Ayam Petelur di Jalupang Mulya, Informasi Perizinan Masih Dalam Proses Verifikasi

Kegiatan ini turut dihadiri oleh tokoh penting, Trisna Mahardika, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Pesawaran sekaligus Pembina HIPMI Pesawaran. Dalam keterangannya, beliau menyatakan dukungan penuhnya. “Inisiatif seperti ini adalah jawaban atas keresahan kita terhadap tantangan ekonomi. Anak muda harus jadi aktor perubahan, bukan penonton.”

Tercatat lebih dari 50 peserta hadir dari berbagai latar belakang, khususnya kalangan milenial dan pelaku UMKM lokal. Acara ini juga dimeriahkan oleh kehadiran Ketua Umum BPX HIPMI Pringsewu dan Ketua Umum BPC HIPMI Tanggamus beserta jajaran, menandai semangat kolaborasi lintas wilayah dalam mendorong kebangkitan ekonomi digital di Lampung.

Dengan semangat yang menyala dari talkshow ini, bukan tidak mungkin Pesawaran akan melahirkan generasi digital baru: mereka yang tidak hanya melek teknologi, tapi juga berdaya di dalamnya.

× Advertisement
× Advertisement