Lampung, 24 September 2025 – Pemerintah harus terus mendorong percepatan transformasi desa digital sebagai strategi memperkuat daya saing ekonomi desa. Melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), desa-desa kini diarahkan tidak hanya sebagai pusat pelayanan publik berbasis digital, tetapi juga sebagai motor penggerak pertumbuhan UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Digitalisasi desa harus menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah, terutama dalam mendukung kemandirian ekonomi desa. Dengan adanya desa digital, UMKM dan BUMDes dapat lebih mudah memasarkan produk, memperluas jaringan, hingga menggunakan sistem pembayaran digital yang terintegrasi. Ini akan memperkuat posisi mereka dalam menghadapi persaingan pasar .
Pemanfaatan Teknologi untuk UMKM dan BUMDes
Program desa digital memungkinkan UMKM dan BUMDes mengakses berbagai platform e-commerce, memanfaatkan marketplace desa, serta melakukan promosi produk melalui media sosial resmi desa. Selain itu, penerapan sistem pembayaran digital (QRIS, e-wallet, dan transfer bank) membuat transaksi lebih cepat, aman, dan transparan.
“Sekarang produk desa tidak hanya dijual di pasar lokal, tetapi sudah bisa diakses pembeli dari berbagai daerah bahkan luar negeri. Digitalisasi membuka peluang yang sangat luas,” ujar salah satu pelaku UMKM binaan BUMDes.
Dukungan Pemerintah dan Kolaborasi
Penguatan desa digital juga mendapat dukungan anggaran dari Dana Desa yang dialokasikan untuk pengembangan sistem informasi desa, peningkatan literasi digital masyarakat, hingga penyediaan akses internet publik. Pemerintah daerah juga mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas digital, dan sektor swasta untuk memberikan pelatihan serta pendampingan bagi perangkat desa dan pelaku usaha lokal.
Meningkatkan Daya Saing dan Kemandirian Desa
Melalui penguatan desa digital, diharapkan UMKM dan BUMDes dapat:
-
Meningkatkan daya saing produk lokal dengan standar pasar modern.
-
Memperluas akses pemasaran melalui platform digital.
-
Meningkatkan efisiensi usaha dengan sistem manajemen berbasis teknologi.
-
Mendorong kemandirian ekonomi desa dan menciptakan lapangan kerja baru.
Desa digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana desa mampu bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang mandiri, transparan, dan inovatif.



