Pesawaran – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona menegaskan bahwa antena tanggap bencana akan selalu relevan dan berperan penting sebagai penyelamat komunikasi, terutama di wilayah yang sulit mengakses jaringan telekomunikasi seluler.
Pernyataan itu disampaikan Dendi saat menutup Gebyar Uji Antena Tanggap Bencana memperebutkan Tropi Bupati Pesawaran di GSG Lamban Agung, Komplek Rumah Dinas Bupati Pesawaran, Desa Negeri Sakti, Kecamatan Gedong Tataan, Minggu (10/8/2025).
“Di saat jaringan seluler terganggu atau bahkan mati total, antena seperti ini bisa menjadi penyelamat komunikasi. Kegiatan seperti ini harus terus ada, bahkan setiap tahun,” ujar Dendi.
Kegiatan ini digelar oleh Komunitas Eksperimen Antena Lampung dalam rangka memperingati HUT ke-80 Republik Indonesia dan HUT ke-18 Kabupaten Pesawaran. Peserta datang dari berbagai daerah seperti Lampung, Sumatera Barat, Riau, Jawa Barat, Jambi, dan Palembang.
Selain menjadi ajang inovasi teknologi, lomba ini juga menjadi sarana edukasi dan kolaborasi lintas daerah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Juara Lomba Antena Tanggap Bencana 2025
Juara 1: Dugan 1 (Palembang)
Juara 2: Dugan 7 (Palembang)
Juara 3: Raute 17 (Bandung)
Harapan 1: Ultraman (Lampung)
Harapan 2: Roud 13 (Bandung)
Harapan 3: Becak (Bandung)
Dendi berharap kegiatan ini menjadi agenda tahunan, mengingat manfaatnya yang besar bagi penanganan bencana. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung acara tersebut.
Ia menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, masyarakat, sektor swasta, dan seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan bencana, agar masyarakat terdampak dapat segera pulih.
Acara penutupan turut dihadiri Kepala BPBD, Kepala Dinas Kominfotiksan, Kepala Dinas Koperasi UKM & Naker, Kepala Dinas Perindag, Kepala Dinas Perhubungan, dan Camat Gedong Tataan.



