Baturajac– Upaya memperkuat budaya literasi di tingkat desa kembali mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan. Melalui program pengembangan literasi berbasis inklusi, Perpustakaan Desa Kemelak Bindung Langit, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), menerima bantuan fasilitas lengkap yang diharapkan mampu menjadi tonggak baru penguatan kualitas layanan perpustakaan desa.
Penyerahan bantuan dilaksanakan pada Kamis (4/12/2025) di Aula Bidang Perpustakaan OKU, Gedung Perpustakaan Provinsi Sumsel. Dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumsel, Fitriana S.Sos., M.Si., secara resmi menyerahkan bantuan kepada Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan OKU, Ahmad Azhar S.STP., M.M., untuk kemudian disalurkan ke Perpustakaan Desa Bindung Langit.
Bantuan tersebut meliputi 206 judul buku dengan total 412 eksemplar, satu unit komputer, satu unit rak buku, dan satu unit printer. Paket penguatan literasi ini tidak hanya menambah koleksi dan fasilitas fisik, tetapi juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperluas akses informasi hingga ke wilayah desa.
Dalam keterangannya, Ahmad Azhar menyampaikan rasa syukur dan harapannya atas dukungan tersebut.
“Alhamdulillah, Perpustakaan Desa Bindung Langit menerima bantuan dari Pak Gubernur Sumsel. Ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah provinsi terhadap pemerataan akses literasi di seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Lebih jauh, pria yang akrab disapa Alal itu menjelaskan bahwa keberadaan koleksi baru dan peralatan penunjang akan mendorong meningkatnya kualitas layanan perpustakaan desa.
“Bantuan ini untuk meningkatkan akses informasi kepada masyarakat melalui bahan bacaan berkualitas, mendukung ruang belajar yang fungsional, dan mendorong pemberdayaan masyarakat di tingkat lokal,” tegasnya.
Menurutnya, perpustakaan desa kini tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, melainkan wadah untuk mengembangkan keterampilan, berdiskusi, dan memperkuat interaksi sosial. Dengan hadirnya fasilitas baru, ia optimistis aktivitas literasi di Bindung Langit akan semakin hidup.
Ia juga menyoroti pentingnya partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai pusat edukasi yang berkelanjutan.
“Kami berharap dukungan ini memperkuat peran perpustakaan desa sebagai sarana bagi warga untuk mengembangkan potensi diri serta meningkatkan kualitas layanan literasi,” kata Ahmad Azhar.
Bukan hanya soal sarana, tetapi juga perubahan kebiasaan masyarakat menjadi perhatian. Karena itu, ia mengajak seluruh warga Bindung Langit dan sekitarnya untuk memanfaatkan fasilitas yang ada.
“Silakan datang dan manfaatkan perpustakaan. Banyak buku bermanfaat yang bisa menambah wawasan. Jangan sampai bantuan ini hanya menjadi pajangan. Ayo kita biasakan membaca sejak dini dan terus mengembangkan literasi,” imbaunya.
Program pengembangan literasi berbasis inklusi yang dijalankan pemerintah provinsi ini sejalan dengan upaya nasional dalam memperkuat kualitas SDM dan meningkatkan kemampuan literasi dasar. Kehadiran fasilitas baru di perpustakaan desa diharapkan mampu mempersempit kesenjangan akses literasi antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Dengan dukungan sarana, komitmen pemerintah daerah, serta partisipasi aktif masyarakat, Perpustakaan Desa Bindung Langit diharapkan tumbuh sebagai ruang belajar yang terbuka bagi semua kalangan, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, pemuda, hingga pelaku UMKM yang membutuhkan literatur sebagai penunjang usaha.
Bantuan ini juga diyakini dapat menjadi momentum bagi desa-desa lain di Kabupaten OKU untuk semakin menghidupkan kegiatan literasi dan memperkuat eksistensi perpustakaan desa sebagai pusat pengetahuan dan pemberdayaan. (Novri)

