Pesawaran, 28 Juni 2025 — Pete atau petai, makanan khas Indonesia yang dikenal dengan aromanya yang tajam, ternyata menyimpan segudang manfaat kesehatan. Salah satu khasiat yang mulai dilirik para ahli adalah kemampuannya dalam membantu penderita diabetes atau yang memiliki masalah kadar gula darah tinggi. Kandungan alami dalam pete menjadikannya salah satu bahan makanan lokal yang layak dijadikan pelengkap pola makan sehat bagi penderita diabetes.
Apa Itu Pete dan Kandungan Gizinya?
Pete atau petai (Parkia speciosa) adalah tanaman legum tropis yang banyak tumbuh di Asia Tenggara. Biji pete biasanya dikonsumsi langsung, dijadikan lalapan, atau dimasak bersama sambal dan lauk lainnya.
Menurut Data Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram biji pete terkandung:
- Energi: 129 kkal
- Karbohidrat: 22 gram
- Protein: 5,4 gram
- Serat: 1,5 gram
- Vitamin C: 18 mg
- Kalium: 221 mg
- Magnesium: 55 mg
- Antioksidan alami: flavonoid, tanin, sitosterol
Kandungan gizi inilah yang membuat pete menjadi salah satu makanan fungsional untuk mendukung kesehatan, termasuk pengelolaan gula darah.
Manfaat Pete untuk Penderita Gula Darah Tinggi
- Membantu Menstabilkan Gula Darah
Pete memiliki indeks glikemik rendah sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis. Kandungan seratnya juga memperlambat penyerapan glukosa dari makanan ke dalam darah.
- Mengandung Antioksidan yang Melindungi Sel Pankreas
Antioksidan seperti flavonoid dan tanin dalam pete membantu mencegah kerusakan sel pankreas akibat stres oksidatif. Ini penting karena sel pankreas bertugas memproduksi insulin, hormon pengatur gula darah.
- Magnesium dan Kalium Bantu Regulasi Gula
Magnesium dalam pete membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan resistensi insulin, faktor utama dalam diabetes tipe 2. Kalium berperan dalam menjaga tekanan darah, yang sering kali menjadi komplikasi bagi penderita diabetes.
- Efek Antidiabetik dari Senyawa Bioaktif
Beberapa studi awal menunjukkan bahwa senyawa seperti beta-sitosterol dan stigmasterol dalam pete memiliki sifat antidiabetik. Senyawa ini membantu memperbaiki metabolisme glukosa dan fungsi insulin dalam tubuh.
Cara Mengonsumsi Pete dengan Aman bagi Penderita Diabetes
Meski bermanfaat, konsumsi pete tetap harus dalam batas wajar. Berikut beberapa tips aman mengonsumsi pete:
- Konsumsi maksimal 2–3 papan pete per hari.
- Hindari menggoreng pete, lebih baik dikukus atau dimakan mentah sebagai lalapan.
- Kombinasikan dengan sumber protein nabati dan sayur rendah glikemik.
- Perhatikan reaksi tubuh setelah mengonsumsi pete, dan konsultasikan ke dokter jika ragu.
Hindari konsumsi berlebihan karena kandungan purin pete bisa memicu masalah ginjal jika dimakan berlebihan dalam jangka panjang.
Studi Ilmiah dan Pendapat Ahli
Menurut jurnal Journal of Ethnopharmacology, ekstrak biji petai menunjukkan efek menurunkan glukosa darah pada hewan uji diabetes. Peneliti menilai bahwa aktivitas ini berasal dari kandungan senyawa antioksidan dan penghambatan enzim yang memecah karbohidrat.
Ahli gizi klinis, dr. Fitriani Ramadhani, M.Gizi, mengatakan,
“Pete bisa menjadi pilihan makanan lokal yang bagus untuk variasi diet penderita diabetes, asal tidak berlebihan. Kandungan serat, mineral, dan indeks glikemiknya yang rendah sangat mendukung pengendalian gula darah.”
Pete bukan hanya makanan khas yang lezat, tetapi juga kaya manfaat bagi penderita diabetes. Dengan kandungan serat, antioksidan, dan mineral penting, pete bisa membantu menurunkan dan menstabilkan gula darah. Namun, konsumsi tetap harus terkontrol dan tidak berlebihan agar manfaat yang diperoleh tetap maksimal tanpa efek samping.



