OKU TIMUR – Maraknya aksi kebut-kebutan sepeda motor dengan menggunakan knalpot brong di jalan desa saat sore hari menjelang waktu berbuka puasa dinilai sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan. Selain berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas, suara bising knalpot juga mengganggu kenyamanan masyarakat yang tengah menjalankan ibadah puasa.
Menindaklanjuti keresahan tersebut, awak media melakukan konfirmasi langsung kepada Kapolres OKU Timur AKBP Didik Listyono, SIK, MH melalui sambungan telepon pada Rabu (4/3/2026). Kapolres merespons cepat dan memerintahkan jajaran Polsek untuk segera mengambil langkah preventif di lapangan.
Tak berselang lama, jajaran Polsek Buay Madang Timur bersama Kanit Reskrim IPDA Heri turun langsung ke Desa Sumber Harjo. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Buay Madang Timur AKP Swisspo yang sigap mengarahkan personel melakukan penertiban.
Dalam operasi tersebut, petugas mendapati empat remaja yang berboncengan menggunakan sepeda motor dengan knalpot brong. Mereka langsung dihentikan dan diberikan pembinaan di tempat. Petugas meminta para remaja tersebut melepas knalpot tidak standar pabrikan serta memberikan sanksi edukatif berupa push-up sebagai bentuk pembelajaran dan efek jera. Setelah mendapat pengarahan, keempat remaja itu diperbolehkan pulang dengan pesan agar menyampaikan imbauan tersebut kepada rekan-rekan mereka.
Kegiatan penertiban ini turut disaksikan Ketua DPP LSM Perintis Cakra Manunggal, Yudi Panjalu Putra. Ia mengapresiasi langkah cepat Polres OKU Timur dalam merespons laporan masyarakat.
“Pihak Polres OKU Timur sebelumnya juga telah menghimbau kepada sekolah-sekolah agar mengingatkan para siswa untuk tidak menggunakan knalpot brong dan tidak melakukan kebut-kebutan,” ujar Yudi.
Hal tersebut juga dibenarkan Kasat Intel Polres OKU Timur AKP Andi melalui pesan singkat. Saat dikonfirmasi, ia menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kapolres sedang berada di Polda Sumsel, namun tetap memonitor situasi di wilayah hukum OKU Timur. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengimbau seluruh masyarakat untuk menggunakan knalpot standar pabrikan demi menjaga etika dan ketertiban di jalan raya.
Penertiban knalpot brong ini juga menjadi bagian dari upaya menghormati bulan suci Ramadan, agar masyarakat dapat beribadah dengan khusyuk tanpa gangguan kebisingan.
Yudi menambahkan, kondisi infrastruktur jalan di OKU Timur yang kini semakin baik harus diimbangi dengan kesadaran berlalu lintas, khususnya bagi kalangan remaja. Ia mengingatkan peran orang tua agar lebih tegas dalam menasihati dan mengawasi anak-anaknya.
“Perubahan perilaku remaja dalam berkendara menjadi perhatian bersama. Orang tua harus melarang kebut-kebutan dan penggunaan knalpot brong agar tidak mengganggu ketertiban umum serta mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” pungkasnya. (Red)



