SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Health & Fitness Umum

Mengenal Ejakulasi Dini: Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya

ejakulasi dini
Ilustrasi ejakulasi dini. Foto: tangkap layar alodokter

Banten – Ejakulasi dini adalah salah satu gangguan seksual yang paling umum dialami pria. Kondisi ini terjadi ketika seorang pria mencapai klimaks dan mengeluarkan sperma terlalu cepat saat berhubungan seksual, sering kali tanpa kontrol, dan sebelum kedua pasangan merasa puas. Meskipun umum, topik ini sering menjadi tabu dan membuat banyak pria enggan mencari bantuan.

Padahal, ejakulasi dini dapat memengaruhi kualitas hubungan intim dan kesehatan mental, terutama jika dibiarkan terus-menerus.

Apa Itu Ejakulasi Dini?
Secara medis, ejakulasi dini (ED) didefinisikan sebagai kondisi di mana pria mengalami orgasme kurang dari satu menit setelah penetrasi, atau bahkan sebelum penetrasi dimulai, dan tidak mampu mengontrolnya secara konsisten. Ini bukan hanya soal durasi, tapi juga soal kontrol dan kepuasan.

Ada dua jenis ejakulasi dini:

• Primer: Terjadi sejak pertama kali aktif secara seksual.
• Sekunder: Terjadi setelah sebelumnya tidak mengalami masalah ejakulasi.

LSIM Banten Desak Gubernur Periksa IUP PT PAM, Soroti Dugaan Truk Pasir Beroperasi Siang Hari

Penyebab Ejakulasi Dini

Faktor Psikologis:

• Kecemasan berlebih, terutama performa seksual.

• Stres, depresi, atau trauma masa lalu.

• Masalah hubungan atau komunikasi dengan pasangan.

Konfirmasi Wartawan Dianggap “Tak Penting”, Praktik Verifikasi Pemberitaan Jadi Sorotan

Faktor Biologis:

• Ketidakseimbangan hormon (terutama serotonin dan dopamin).
• Gangguan pada refleks ejakulasi.
• Radang atau infeksi prostat atau uretra.

Faktor genetik

• Gaya Hidup:
1.Kurang tidur, konsumsi alkohol berlebihan, atau merokok.
2.Masturbasi terlalu cepat atau tergesa-gesa sejak remaja.

Dampak Ejakulasi Dini
Kehilangan Kepercayaan Diri
Pria bisa merasa gagal secara seksual, memengaruhi harga diri dan rasa percaya diri.

Aktivitas Galian Pasir di Sobang Disorot, Pengelola Akui Belum Miliki Izin

Masalah Hubungan
Ketidakpuasan seksual bisa menyebabkan ketegangan, pertengkaran, hingga jarak emosional dengan pasangan.

Gangguan Mental
Jika dibiarkan, kondisi ini bisa memicu depresi, kecemasan sosial, atau menghindari hubungan intim sama sekali.

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

1. Latihan dan Teknik Kontrol Ejakulasi:
• Metode “Start-Stop”: Hentikan stimulasi saat hampir mencapai klimaks, lalu lanjutkan kembali setelah hasrat mereda.
• Teknik “Squeeze”: Menekan bagian pangkal penis saat mendekati ejakulasi untuk menunda orgasme.

2. Latihan Kegel untuk Pria:
Melatih otot dasar panggul (otot pubococcygeus) membantu meningkatkan kontrol ejakulasi. Latihan ini bisa dilakukan dengan menahan aliran urin selama beberapa detik, lalu melepaskannya secara bergantian.

3. Obat atau Suplemen:
Dokter dapat meresepkan:
• Obat antidepresan tertentu (SSRI) dalam dosis rendah.
• Obat bius lokal (krim atau semprotan) untuk mengurangi sensitivitas penis.
• Suplemen herbal seperti ginseng atau tongkat ali (perlu dikonsultasikan dengan dokter).

4. Konseling atau Terapi Seksual:
Jika penyebabnya psikologis, terapi dengan psikolog atau terapis seks dapat sangat membantu, baik untuk individu maupun pasangan.

5. Komunikasi Terbuka dengan Pasangan:
Membangun kepercayaan dan kerja sama dengan pasangan akan membantu proses penyembuhan, memperkuat hubungan, dan mengurangi tekanan saat berhubungan intim.

Kapan Harus ke Dokter?
Jika ejakulasi dini terjadi secara konsisten, dan berdampak negatif pada kualitas hubungan atau kesehatan mental Anda, sebaiknya konsultasikan ke dokter spesialis andrologi atau seksolog. Semakin cepat ditangani, semakin baik hasilnya.

Ejakulasi dini bukanlah sebuah aib, melainkan kondisi medis yang bisa diatasi dengan penanganan yang tepat. Kunci utama adalah kesadaran, komunikasi, dan kemauan untuk mencari bantuan. Dengan edukasi yang benar dan dukungan yang memadai, pria dapat kembali menikmati kehidupan seksual yang sehat dan memuaskan. (Dih)

 

× Advertisement
× Advertisement