Jakarta – 29 Juli 2025, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat komitmennya dalam membangun tata kelola perusahaan yang bersih dan berintegritas melalui sinergi bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kolaborasi ini ditandai dengan pelaksanaan kick-off meeting antara jajaran Direksi ASDP dan tim Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Senin (28/7).
Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK, Aminuddin, menegaskan bahwa kerja sama dengan BUMN menjadi strategi prioritas dalam upaya pemberantasan korupsi pada periode 2024–2029. “Ini bukan sekadar perbaikan sistem, tapi penanaman nilai integritas secara menyeluruh,” ujarnya.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran Direksi ASDP, termasuk Direktur Utama Heru Widodo dan para direktur lainnya. Dari pihak KPK hadir pula Kasatgas dari Direktorat Anti Korupsi Badan Usaha (AKBU).
Aminuddin menambahkan, sistem yang kuat dan akuntabel menjadi benteng utama pencegahan korupsi. KPK mendorong BUMN agar mampu mengidentifikasi celah rawan penyimpangan dan melakukan koreksi menyeluruh sebagai bagian dari strategi jangka panjang.
ASDP sendiri mendapat apresiasi dari KPK atas keterbukaan dalam menerima evaluasi serta komitmen dalam perbaikan sistem tata kelola. Beberapa fokus area yang menjadi perhatian KPK antara lain penguatan sistem pengadaan kapal, digitalisasi manajemen armada, dan integrasi data manifest penumpang.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyatakan bahwa integritas akan dijadikan budaya kerja di seluruh lini perusahaan. “Bebas korupsi bukan sekadar kewajiban normatif, tapi strategi keberlanjutan. Kami juga akan merevisi kebijakan internal agar selaras dengan tantangan saat ini,” kata Heru.
Terkait akurasi data penumpang, Heru mengungkapkan bahwa ASDP berencana mengintegrasikan sistem reservasi Ferizy dengan data kependudukan Ditjen Dukcapil. Meski begitu, validasi akhir dan pengawasan tetap menjadi wewenang regulator seperti KSOP dan BPTD.
Dalam mendukung budaya antikorupsi, ASDP juga telah memiliki sistem Whistle Blowing System (WBS) yang kini tengah dikembangkan agar lebih efektif dan terintegrasi dengan pengawasan eksternal.
ASDP percaya bahwa upaya pencegahan korupsi merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan konsistensi, sinergi lintas lembaga, serta keteladanan seluruh insan perusahaan. Dengan tata kelola yang transparan dan integritas yang dijaga, ASDP optimistis dapat menjadi BUMN yang bersih, profesional, dan dipercaya publik.



