SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Desa

Kades Hoho Viral di Media Sosial, Begini Cara Uniknya Atur Keuangan Desa

kades hoho.png

Lampung, 11 Juli 2025 – Nama Kepala Desa Hoho Alkaf dengan nama asli Welas Yuni Nugroho, viral di media sosial. Bukan karena kontroversi, namun karena gaya kepemimpinannya yang dinilai transparan, sederhana, dan inovatif dalam mengelola keuangan desa.

Video unggahan warga yang memperlihatkan sang kades memaparkan laporan keuangan desa di hadapan masyarakat secara langsung, tanpa teks rumit atau istilah teknis, mendapat ribuan like dan komentar positif dari warganet. Dalam video tersebut, Kades Hoho terlihat membentangkan papan tulis besar bertuliskan pendapatan dan belanja desa, lengkap dengan rincian realisasi anggaran.

Transparansi Total, Tanpa Ditutup-Tutupi

Dalam wawancara singkat dengan media, Kades Hoho menjelaskan bahwa prinsipnya dalam memimpin adalah kejujuran dan keterbukaan. Setiap rupiah yang masuk ke kas desa dilaporkan secara berkala kepada masyarakat melalui musyawarah desa dan papan informasi publik.

“Uang desa bukan milik kades, tapi milik rakyat. Jadi rakyat harus tahu ke mana uang itu pergi,” ujarnya.

Catat Tanggalnya! Puskesmas Cipanas Hadirkan Layanan Cek Kesehatan Gratis di Desa Talagahiang

Kades Hoho juga aktif menggunakan media sosial untuk menyampaikan progres pembangunan desa, termasuk anggaran yang digunakan. Ia bahkan membuat konten edukatif sederhana untuk menjelaskan istilah-istilah keuangan desa yang selama ini dianggap rumit oleh warga.

Pengelolaan Dana Berbasis Prioritas dan Musyawarah

Keunikan lainnya, Kades Hoho tidak menggunakan jasa pihak ketiga untuk membuat laporan atau RAB (Rencana Anggaran Biaya), melainkan membentuk tim teknis desa yang terdiri dari pemuda dan tokoh masyarakat lokal. Setiap kegiatan pembangunan didasarkan pada hasil musyawarah dusun, bukan keputusan sepihak.

Dalam APBDes tahun 2025, misalnya, Desa Hoho memprioritaskan anggaran untuk infrastruktur jalan tani, perbaikan irigasi, dan pelatihan usaha kecil. Alokasi BLT Dana Desa pun dilakukan selektif berdasarkan data verifikasi langsung ke rumah warga penerima manfaat.

“Kami ingin memastikan tidak ada yang fiktif. Semua kegiatan harus jelas, manfaatnya terasa, dan tidak menyimpang dari aturan,” tegasnya.

Program Ketahanan Pangan Rp195,6 Juta di Desa Neglasari Dikelola KDMP, Kades Paparkan Dasar Perencanaan hingga Realisasi

Dipuji Warganet dan Dianggap Teladan Nasional

Gaya kepemimpinan ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan. Banyak warganet yang mengapresiasi langkah Kades Hoho dan mendorong agar kepala desa lain mengikuti jejaknya.

“Andai semua kades seperti ini, pasti pembangunan di desa akan lebih cepat maju dan rakyat percaya pada pemerintah,” tulis seorang pengguna Instagram.

Bahkan beberapa akademisi dan LSM yang fokus pada tata kelola desa menyebut model Kades Hoho sebagai bentuk praktik good governance di level desa.

Fenomena Kades Hoho menjadi contoh nyata bahwa dengan transparansi, partisipasi masyarakat, dan pengelolaan yang jujur, dana desa bisa menjadi alat perubahan yang luar biasa. Semoga kisah ini menginspirasi lebih banyak kepala desa di seluruh Indonesia.

Polda Lampung Berhasil Ungkap 75 Kasus Street Crime dalam 19 Hari, 95 Tersangka Diamankan

× Advertisement
× Advertisement