Martapura, Bunga Mayang – Sungguh malang nasib Paisah, nenek berusia 70 tahun warga desa Sukabaru Kecamatan Bunga Mayang Kabupaten OKU Timur, sudah 10 tahun mengalami kebutaan dan tak pernah ada perhatian dari pemerintah setempat.
Paisah juga merupakan seorang janda yang suaminya meninggal sejak 18 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 2007.
Sepeninggal suaminya, Paisah menggantungkan hidup kepada anak-anaknya. Tentu saja hal itu menjadi beban dalam keluarga, sedangkan anaknya hanyalah buruh serabutan.

Saat ditemui dikediamannya, tepatnya di RT.010 RW.003, Senin (9/6/2025), Paisah menceritakan awal kebutaan yang dialaminya. Awalnya, Paisah hanya mengalami gatal-gatal diseputar mata sepuluh tahun yang lalu, karena terlambat ditangani karena faktor biaya, ahirnya terjadi peradangan kronis pada kedua mata nenek Paisah.
Dan akhirnya, Paisah di vonis Glaukoma oleh dokter yang membuat kedua matanya mengalami buta permanen.
Sejak itulah, Paisah harus menggunakan alat bantu tongkat untuk beraktivitas sehari-hari. Dan sejak itulah, Paisah selalu menggantungkan hidupnya dari belas kasihan orang lain. Untungnya, anak laki-laki Paisah masih bertanggung jawab untuk menghidupi ibunya, meskipun kehidupan anaknya pas-pasan saja.
Dalam kondisi cacat fisik itu, ironisnya, tak ada bantuan yang didapatkan oleh nenek tersebut. Seolah pemerintah tidak peduli dengan warganya yang sangat membutuhkan bantuan, Paisah seolah luput dari perhatian.
Menurut menantunya, Wantini, mulai dari bantuan PKH ataupun bantuan lain tak pernah diterima oleh ibu mertuanya itu.
Dari desa memang pernah dapat bantuan BLT, namun sejak pertengahan tahun 2024 lalu bantuan itu tak pernah diterima lagi, ujar Wantini.
Nasib serupa dialami nenek Musripah, berbeda dengan Paisah, Musripah hanya bisa berbaring ditempat tidur saja. Penyebabnya adalah, laka lantas sekitar lima tahun lalu. Musripah pengalami lumpuh sejak peristiwa itu. Untungnya, suami Musripah yaitu mbah Sidik selalu setia menemaninya untuk beraktivitas sehari-hari.
Mbah Musripah juga mengalami hal yang sama, bantuan pemerintah juga tidak pernah menyentuhnya.
Bantuan Langsung Tunai program Dana Desa, hampir dua tahun tak lagi diterimanya.
Mereka berdua sangat mengharapkan bantuan dari pemerintah, agar dapat mengurangi beban hidupnya.(Kirno)

