SCROLL TO CONTINUE : BACOBAE
Pendidikan

Prabowo Resmi Luncurkan Smartboard untuk Digitalisasi Sekolah di Indonesia

smartboard sekolah.png

Bekasi — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi meluncurkan penggunaan smartboard atau Interactive Flat Panel (IFP) sebagai bagian dari program percepatan digitalisasi pendidikan nasional. Peresmian dilakukan di SMPN 4 Kota Bekasi, Senin (17/11/2025), dan menjadi simbol dimulainya distribusi perangkat pembelajaran digital ke sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah. Kehadiran smartboard di kelas-kelas diharapkan mampu menghadirkan proses belajar yang lebih modern, kolaboratif, dan interaktif.

“Dengan smartboard ini, anak-anak kita bisa belajar dengan lebih menarik, lebih hidup, dan guru dapat mengajar dengan cara-cara baru yang lebih digital dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Prabowo.

Distribusi Menjangkau Ribuan Sekolah

Pemerintah melaporkan bahwa hingga November 2025, lebih dari 170 ribu unit smartboard telah tiba di sekolah-sekolah, sementara total distribusi mencapai 73 persen dari keseluruhan target nasional. Tahun ini pemerintah menargetkan pendistribusian 288 ribu unit untuk sekitar 330 ribu sekolah di seluruh Indonesia.

Miris! Papan Nama SMPN 7 Sajira Rontok, Anggaran Pemeliharaan Disorot

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menjelaskan bahwa SMPN 4 Bekasi dipilih sebagai titik peluncuran karena telah menerima beberapa program prioritas lain seperti revitalisasi ruang kelas, toilet ramah disabilitas, dan program makan bergizi.

Dorong Transformasi Digital Pendidikan

Smartboard yang diluncurkan memiliki kemampuan interaksi dua arah, terhubung dengan internet, dan memungkinkan guru menampilkan materi multimedia, simulasi, serta pembelajaran virtual secara langsung. Teknologi ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan perangkat TV pintar yang hanya bersifat satu arah.

Pemerintah meyakini perangkat ini akan mendukung transformasi pembelajaran sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi dunia digital.

“Kami ingin anak-anak Indonesia siap bersaing di era teknologi. Smartboard ini alat untuk mempercepat itu,” kata Prabowo.

Klarifikasi Iuran Kenaikan Kelas dan Perpisahan, Kepala SDN 2 Malangsari Minta Berita Dihapus

Tantangan Distribusi

Meski proses distribusi berjalan cepat, Presiden Prabowo mengakui adanya tantangan pengiriman ke sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil. Pemerintah memberi kelonggaran waktu agar pendistribusian tetap berjalan akuntabel dan tidak mengorbankan keamanan maupun kualitas perangkat.

Harapan Pendidikan Indonesia ke Depan

Peluncuran smartboard ini juga sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 mengenai digitalisasi sekolah dan revitalisasi sarana prasarana pendidikan. Pemerintah berharap kehadiran perangkat digital ini dapat meningkatkan minat belajar siswa, memperkuat kompetensi guru, dan memperkecil kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah.

Program digitalisasi ini disebut sebagai salah satu langkah besar menuju sistem pendidikan Indonesia yang lebih modern, inklusif, dan adaptif terhadap perubahan teknologi global.

Disdik Lebak Larang Perpisahan, SDN 2 Malangsari Gelar Acara dan Diduga Tarik Iuran

× Advertisement
× Advertisement