Bandar Lampung – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. H. Abdul Moeloek (RSUDAM) Lampung kembali menjadi sorotan publik. Baru dua bulan menjabat, Direktur Utama RSUDAM, dr. Imam Ghozali, Sp.An, KMN, langsung dihadapkan pada berbagai kritik dan persoalan warisan manajemen sebelumnya.
Sejumlah isu mencuat, mulai dari tudingan terkait kinerja, kedekatan dengan politisi, proyek rumah sakit, hingga masalah mendasar pelayanan. Belakangan, dugaan praktik pemerasan oleh oknum LSM melalui tekanan pemberitaan dan ancaman demonstrasi juga ikut memperkeruh suasana.
Meski demikian, dr. Imam menegaskan komitmennya untuk tidak mundur. “Saya paham masalah di RSUDAM tidak sedikit. Tapi ini rumah sakit kita bersama. Saya ingin semua pihak—tenaga kesehatan, manajemen, maupun masyarakat—ikut bergerak memperbaiki,” ujarnya.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Jihan Nurlela menyampaikan bahwa transformasi RSUDAM tidak bisa dilakukan secara instan, namun menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru agar rumah sakit ini berbenah menjadi pusat pelayanan kesehatan yang profesional, ramah, dan modern.
- Sejumlah pekerjaan rumah yang mendesak untuk dibenahi di antaranya:
- Peralatan medis vital seperti MRI dan CT-Scan yang dilaporkan tidak berfungsi optimal.
- Fasilitas dasar berupa kebersihan, kenyamanan ruang tunggu, dan mutu pelayanan.
Kesejahteraan tenaga kesehatan, termasuk persoalan insentif yang belum tuntas.
Sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Provinsi Lampung, RSUDAM memikul tanggung jawab besar dalam melayani pasien dari 15 kabupaten/kota. Publik berharap adanya perubahan nyata dalam waktu dekat.
“Insya Allah, dengan doa masyarakat Lampung dan dukungan semua pihak, saya akan berusaha membenahi persoalan satu per satu,” pungkas dr. Imam Ghozali.

